LAMPUNGCORNER.COM, 150 tentara Amerika Serikat dari Garda Nasional Florida yang tengah berada di Ukraina diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut. Para tentara yang sedang membantu melatih pasukan Ukraina diminta pergi karena ancaman invasi Rusia meningkat.
Hal ini disampaikan Pentagon, Sabtu (12/2) pagi. Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengungkapkan keputusan ini dibuat setelah Departemen Luar Negeri AS menarik beberapa staf Kedubes AS di Kyiv.
“Reposisi ini tidak menandakan perubahan dalam tekad kami untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina. Tetapi akan memberikan fleksibilitas dalam memastikan sekutu dan mencegah agresi,” kata Kirby dalam pernyataan tertulisnya, dikutip dari Reuters.
Nantinya, para tentara pelatih ini akan diposisikan ulang pelatihannya di Eropa. Namun, Kirby juga belum mengetahui pasti di mana lokasi tepatnya.
Begitu juga tidak segera dijelaskan apa yang akan terjadi pada pasukan operasi khusus AS di negara itu. Pernyataan ini diungkapkan seorang pejabat AS tanpa ingin menyebutkan namanya.
Situasi ketegangan antara Ukraina dan Rusia ini membuat banyak negara meminta warganya untuk segera meninggalkan Ukraina. Apalagi, AS telah memperingatkan invasi Rusia bisa terjadi kapan saja, bahkan dapat dimulai dengan serangan udara.
Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Jerman dan Belanda hari ini juga mendesak warganya untuk segera meninggalkan Ukraina.
Namun, pihak Moskow membantah pihaknya telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina.
Dan rencananya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk merespons peringatan tentang potensi perang di Ukraina. Namun, belum diketahui kapan kedua pemimpin ini akan berbincang.
Red















