Ancaman Invasi Rusia Meningkat, 150 Tentara AS Diminta Tinggalkan Ukraina  

- Jurnalis

Sabtu, 12 Februari 2022 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja membongkar kiriman bantuan militer dari Amerika Serikat kepada Ukraina, di Bandara Internasional Boryspil, Ukraina, Selasa (25/1/2022).  Foto: Gleb Garanich/REUTERS

Pekerja membongkar kiriman bantuan militer dari Amerika Serikat kepada Ukraina, di Bandara Internasional Boryspil, Ukraina, Selasa (25/1/2022). Foto: Gleb Garanich/REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, 150 tentara Amerika Serikat dari Garda Nasional Florida yang tengah berada di Ukraina diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut. Para tentara yang sedang membantu melatih pasukan Ukraina diminta pergi karena ancaman invasi Rusia meningkat.

Hal ini disampaikan Pentagon, Sabtu (12/2) pagi. Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengungkapkan keputusan ini dibuat setelah Departemen Luar Negeri AS menarik beberapa staf Kedubes AS di Kyiv.

“Reposisi ini tidak menandakan perubahan dalam tekad kami untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina. Tetapi akan memberikan fleksibilitas dalam memastikan sekutu dan mencegah agresi,” kata Kirby dalam pernyataan tertulisnya, dikutip dari Reuters.

Baca Juga :  Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Nantinya, para tentara pelatih ini akan diposisikan ulang pelatihannya di Eropa. Namun, Kirby juga belum mengetahui pasti di mana lokasi tepatnya.

Begitu juga tidak segera dijelaskan apa yang akan terjadi pada pasukan operasi khusus AS di negara itu. Pernyataan ini diungkapkan seorang pejabat AS tanpa ingin menyebutkan namanya.

Situasi ketegangan antara Ukraina dan Rusia ini membuat banyak negara meminta warganya untuk segera meninggalkan Ukraina. Apalagi, AS telah memperingatkan invasi Rusia bisa terjadi kapan saja, bahkan dapat dimulai dengan serangan udara.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Jerman dan Belanda hari ini juga mendesak warganya untuk segera meninggalkan Ukraina.

Namun, pihak Moskow membantah pihaknya telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina.

Dan rencananya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk merespons peringatan tentang potensi perang di Ukraina. Namun, belum diketahui kapan kedua pemimpin ini akan berbincang.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Senin, 19 Desember 2022 - 08:46 WIB

Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022

Berita Terbaru