LAMPUNGCORNER.COM, Bank Dunia (World Bank) menyatakan siap menggelontorkan pembiayaan atau utang lagi bagi negara-negara yang masih membutuhkan pinjaman untuk pulih dari pandemi COVID-19. President of World Bank Group David Malpass menegaskan, pihaknya akan turut memperkuat sistem kesehatan global dan meningkatkan kesiapan dunia melalui penyaluran pembiayaan.
“Kami telah secara aktif terlibat dalam G20 Finance and Task Force. Kami bersiap untuk bergabung demi memenuhi kebutuhan pembiayaan,” ujar Malpass dalam The 1st FMCBG Meeting: High Level Seminar on Strengthening Global Health Architecture, Kamis (17/2).
Malpass mengatakan, sejak pandemi COVID-19 mewabah, Bank Dunia telah menyalurkan pinjaman kepada negara-negara berkembang mencapai lebih dari USD 157 miliar atau setara Rp 2.284 triliun. Dana tersebut digunakan untuk memerangi dampak kesehatan, ekonomi dan sosial dari merebaknya pandemi.
“Angka tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Itu adalah pinjaman tercepat dan terbesar dalam sejarah kami,” ujar Malpass. Menurutnya, dana yang dipinjamkan oleh Bank Dunia itu digunakan oleh negara-negara berkembang untuk pengadaan vaksin hingga proses vaksinasi itu sendiri.
Sepanjang 2021, pinjaman disalurkan melalui sejumlah lembaga di bawah naungan grup Bank Dunia. Pertama, pinjaman sebesar USD 30,5 miliar disalurkan melalui Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD).
Selain itu, Bank Dunia juga menyediakan pinjaman sebesar USD 36 miliar melalui Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA). Lembaga ini memberikan pinjaman penanganan COVID-19 khusus bagi kategori negara miskin dengan pendapatan rendah.
Selain itu, Bank Dunia juga membentuk dua lembaga lainnya untuk penyaluran pinjaman COVID-19, yakni Korporasi Pembiayaan Internasional (IFC) dan Badan Penjaminan Investasi Multilateral (MIGA). IFC berfokus pada pemberian pinjaman pada sektor swasta, sedangkan MIGA memiliki tugas khusus mendorong masuknya investasi asing langsung ke negara-negara berkembang.
Pada sepanjang 2021, IFC menyediakan pinjaman sebesar USD 31,5 miliar. Sementara penyediaan pendanaan melalui MIGA mencapai USD 5,2 miliar. Ini termasuk dana USD miliar yang disalurkan melalui badan khusus cepat tanggap untuk mendukung investor dan sektor swasta di negara berkembang yang terdampak pandemi COVID-19.
Tidak hanya itu, Bank Dunia juga telah bekerja sama dengan tiga lembaga dunia lainnya yaitu, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan menyepakati penambahan dana pinjaman untuk vaksin sebesar USD 35 miliar. Angka ini melengkapi pembiayaan yang telah mereka sepakati sebelumnya untuk penanganan pandemi Covid-19 tahun 2021 sebesar USD 50 miliar kepada negara-negara berkembang.















