LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Seratusan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung melakukan demonstrasi di depan gerbang Pemprov Lampung, Selasa (27/9/2022).
Aliansi tersebut terdiri dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND).
Kemudian, Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU), Serikat Petani Indonesia (SPI), Konsorium Pembaruan Agraria, dan mahasiswa Universitas Lampung (Unila).
Demonstrasi dilakukan untuk memeringati Hari Tani Nasional 2022. Mereka mengusung sepuluh tuntutan.
Dalam aksi tersebut, para demonstran mengatakan bahwa konflik agraria bertambah setiap tahunnya.
Ironisnya, kebijakan yang belakangan dibuat oleh pemerintah tidak ada yang pro terhadap kesejahteraan rakyat.
“Di sisi lain, pemerintah justru banyak melakukan kebijakan liberalisasi,” kata salah seorang orator.
Dari pantauan di lapangan, para demonstran mendatangi kantor pemprov sekitar pukul 11.00 WIB.
Hingga kini, para demonstran masih melakukan aksi dengan dibatasi kawat berduri di gerbang gedung pemprov Lampung.
Adapun sepuluh tuntutan adalah:
1. Tolak Benih GMO (Genetically Modified Organism)
2. Tolak Penggunaan Pestisida Kimia
3. Laksanakan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960
4. Bubarkan WTO
5. Hentikan Kriminalisasi dan Represivitas terhadap Gerakan Rakyat
6. Berikan Subsidi Harga terhadap Hasil Panen Tani
7. Tolak Food Estate
8. Cabut UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
9. Tolak RKUHP
10. Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis, dan Bervisi Kerakyatan
red















