LAMPUNGCORNER.COM Bandarlampung – Percepatan pembangunan Lampung menjadi concern pemerintah dan legislatif untuk mengentaskan berbagai permasalahan. Salah satunya adalah kemiskinan.
Percepatan pembangunan daerah tersebut mustahil diwujudkan jika tidak ada koordinasi antara pemerintah daerah (pemda) se-Lampung, DPD RI, DPR RI, dan pers.
Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan daerah harus melibatkan seluruh elemen baik legislator, senator, pemda, dan menteri asal Lampung.
“Terus terang, saya iri melihat Sumatera Utara yang saat ini begitu pesat pembangunannya. Padahal, Lampung ini punya orang-orang hebat di pemerintahan sekarang. Ada Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, 20 legislator, empat senator,” ujarnya dalam diskusi terbatas Percepatan Pembangunan Daerah yang digelar DPD RI di Lamban Gunung, Bandarlampung, Selasa (7/3/2023) malam.
Senada dengan Bustami, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Wirahadikusumah menyatakan bahwa potensi provinsi ini tidak kalah dengan daerah lain. Ia mencontohkan air terjun di kawasan Danau Toba, yang juga dimiliki Kabupaten Waykanan.
“Kalau para senator, legislator kita dan Pemprov berkolaborasi mengunduh anggaran APBN, saya pastikan Pak Mulyadi (Kepala Bappeda Lampung) tidak pusing lagi mengutak-atik anggaran pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan menuturkan Gubernur Arinal Djunaidi terus memprioritaskan pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan.
“Tapi tahun ini pembangunan pariwisata juga terus digenjot, salah satunya adalah Bakauheni Harbour City. KPB (Kartu Petani Berjaya) juga masih berjalan dan sudah menyentuh para petani,” ujarnya. (*)















