LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Barat — Dua tahun ditiadakan, Pesta Sekura –yang merupakan acara tahunan di Lampung Barat (Lambar), kembali digelar bergantian di beberapa pekon (desa) di kabupaten setempat.
Pesta Sekura atau topeng merupakan salah satu budaya di Lambar yang diselenggarakan setahun sekali. Tepatnya, usai Ramadan atau 1-6 Syawal.
Selain sebagai hiburan atau tontonan, Pesta Sekura juga merupakan sebuah media untuk bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri.
Masyarakat dari berbagai daerah di Lambar dan luar datang dan berkumpul untuk menyaksikan gelaran tersebut.
Sekura sendiri terdiri dari dua karakter, yakni Sekura Betik (bagus) dan kamak (kotor).
Sesuai dengan namanya, Sekura Betik menggunakan kostum dan topeng yang dibuat dari kain panjang (selindang miwang) khas Lambar.
Sedangkan, Sekura Kamak mengenakan atribut topeng yang terbuat dari bahan kayu dengan bermacam karakter.
Juga pakaian dari potongan karung, daster, bahkan tumbuh-tumbuhan alami yang diselimutkan ke bagian tubuh sekura yang menjadikannya unik.
Meski terdapat dua karakter, dengan berbagai ekspresi topeng yang dikenakan, sekura sangat diminati oleh semua kalangan, baik kalangan tua, muda, pun kaum hawa.
Seperti gelaran Pesta Sekura Selasa (3/5/2022) di Pekon Kenali Kecamatan Belalau, ribuan sekura dari berbagai pekon atau kecamatan datang memadati pesta di pekon tersebut dengan sangat antusias.
Reza HY (31) warga Pekon Kejadian, Belalau, Lambar mengatakan, masyarakat Lambar sangat menantikan gelaran Pesta Sekura.
Sebab, sudah dua tahun tidak diperbolehkan untuk digelar karena adanya pandemi Covid-19.
“Pesta Sekura adalah salah satu budaya nenek moyang yang harus dilestarikan,” tandasnya. (Ari/Red)















