Eks Presiden Rusia Nilai Sanksi Barat Tak Akan Goyahkan Kremlin

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2022 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria ditahan oleh polisi saat demonstrasi mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara di Moskow, Rusia, Minggu (31/1). Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERS

Seorang pria ditahan oleh polisi saat demonstrasi mendukung pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara di Moskow, Rusia, Minggu (31/1). Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev merasa sanksi-sanksi yang dijatuhkan Barat terhadap Rusia tidak akan mempengaruhi tekad Kremlin dalam menyukseskan invasi ke Ukraina.

Ketua Dewan Keamanan Rusia itu mengejek kekonyolan aliansi Barat yang percaya sanksi mereka akan berpengaruh terhadap pemerintahan Moskow.

“Sanksi tidak akan menyebabkan ketidakpuasan signifikan pada pihak berwenang,” ujar Medvedev kepada kantor berita Kremlin, RIA.

Sejak dimulai invasi Rusia di Ukraina, aliansi Barat telah menjatuhkan sanksi demi sanksi yang diharapkan dapat mendesak Moskow untuk menghentikan agresinya.

Namun, kini invasi telah berjalan selama satu bulan dan Rusia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mundur. Kremlin bersikukuh akan terus melanjutkan serangan sampai mencapai tujuannya untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Sebagian sanksi yang dijatuhkan Barat secara khusus menargetkan individu miliarder yang diyakini dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Medvedev merasa hal itu adalah tindakan yang tidak berguna.

“Mari kita bertanya pada diri sendiri: dapatkah salah satu dari pengusaha besar ini memiliki pengaruh sekecil apa pun pada posisi kepemimpinan negara? Tidak. Tidak mungkin,” kata Medvedev.

Medvedev kemudian merujuk pada sebuah jajak pendapat. Hasil jajak pendapat itu menunjukkan, tiga perempat warga Rusia mendukung keputusan Kremlin untuk melakukan operasi militer di Ukraina.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Medvedev pun mengecam orang-orang Rusia yang menentang invasi tersebut. Ia menyebut mereka sebagai pengkhianat negara.

“Anda boleh merasa tidak puas dengan beberapa keputusan pihak berwenang, mengkritik pihak berwenang, itu normal. Tetapi Anda tidak dapat mengambil sikap melawan negara dalam situasi yang sulit, karena ini adalah pengkhianatan,” kecamnya.

Pada awal Maret, ribuan orang ditahan dalam arus demonstrasi di seluruh Rusia. Para pengunjuk rasa itu memprotes invasi Putin ke Kiev.

Putin juga telah menandatangani undang-undang yang mengkriminalisasi penyebaran informasi yang dapat menjerat orang yang menyebut ‘operasi militer’ itu sebagai ‘invasi’.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Senin, 19 Desember 2022 - 08:46 WIB

Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022

Berita Terbaru