Home / BANDAR LAMPUNG / PEMERINTAHAN

Senin, 14 Juni 2021 - 17:53 WIB

Empat Tempat Usaha di Bandarlampung Kembali Disegel, Pengusaha: Ini Dampak Pandemi

Penyegelan tempat usaha yang dilakukan kembali oleh Pemkot Bandarlampung akibat menunggak pajak, Senin (14/6/2021). Foto: Sulaiman

Penyegelan tempat usaha yang dilakukan kembali oleh Pemkot Bandarlampung akibat menunggak pajak, Senin (14/6/2021). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, BandarlampungPemerintah kota (Pemkot) Bandarlampung kembali menyegel empat rumah makan yang diketahui menunggak pajak dan tidak memakai tapping box. Keempatnya  yakni Rumah Makan Luwes, Geprek Juara, Daily Cafe, dan Rumah Makan Bu Haji yang berada di wilayah Kecamatan Kedamaian, Senin (14/6/2021).

Ketua Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (P4D) Umar mengatakan, empat tempat usaha yang disegel itu karena rata-rata sudah menunggak pajak selama 10 bulan, dan juga tidak menggunakan tapping box.

“Seperti Rumah Makan Luwes yang ada di bypass itu (menunggak) sejak 2019. Sementara Daily Kafe sejak Januari. Tapi kalau untuk besaran (pajaknya) belum diakumulasi,” ungkapnya.

addgoogle

Umar juga mengatakan, setelah ini pihaknya akan menyasar hotel-hotel. Karena pihaknya mengaku sudah menyampaikan pemberitahuan kepada pengusaha. Apabila dua sampai tiga bulan tidak menyelesaikan tunggakan, maka akan ditutup sementara.

“Hal itu berlaku untuk semua hotel yang memiliki tunggakan (pajak),” tegas Umar.

Menurutnya, banyaknya pengusaha yang menunggak pajak, bukanlah sebuah kelemahan. Pihaknya mengaku selalu menggunakan pendekatan persuasif agar pengusaha punya kesadaran sendiri bisa menaati aturan. Penyegelan itu adalah langkah terakhir, sudah sejak 2018 sudah dijalankan.

“Kita minta pengusaha sadar dan mematuhi perda dan perwali yang berlaku. Setelah ini, kita lihat efek jeranya bagi pengusaha lain,” tambahnya.

Sementara menurut Puja Dewa Kusuma selaku pemilik Daily Kafe mengatakan, dirinya mengaku keberatan, namun mengaku tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

“Kita baru dapat surat pemberitahuan dari Pemkot pada Minggu malam kemarin. Mungkin ini juga karena adanya kelalaian pengelola. Soal pajak, saat ini keadaan sedang pandemi. Siapapun kena dampaknya. Kita juga baru buka dan sudah kena dampak Perda pembatasan jam malam. Sehingga omset menurun drastis. Sehari omset Rp500 ribu sampai Rp1 juta, itupun hanya kalau akhir pekan,” paparnya. (*)

Red

add

Share :

439 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Puluhan Terduga Teroris Ditangkap, 7 dari Lampung

BANDAR LAMPUNG

Vaksin Gotong Royong Terjual 43.564 Dosis, Ini Harganya

BANDAR LAMPUNG

Kabur ke Arah Lamsel, Dua Lelaki Buang Pistol di Panjang

BANDAR LAMPUNG

Soal Mayat Tanpa Kepala, Ramai Laporan Masuk ke Polres Tanggamus dan Lamsel

BANDAR LAMPUNG

Kasus KONI, Dua Wakil Bendahara dan Ketua Bidang Dimintai Keterangan

BANDAR LAMPUNG

Ketum BNM RI Minta KY Pecat Hakim PN Tanjung Karang Lampung Vonis Bebas Pengendali Sabu 92 Kilogram

BANDAR LAMPUNG

Pengganti Azis Syamsuddin Tetap dari Dapil Lampung, Pernah Jabat Danjen Kopassus

BANDAR LAMPUNG

Masih Kumpulkan Alat Bukti, KPK Perpanjang Masa Tahanan Karomani CS