Home / BANDAR LAMPUNG / PEMERINTAHAN

Sabtu, 8 Mei 2021 - 09:15 WIB

Gubernur Arinal Siap Implementasikan Aplikasi Belanja Langsung untuk Cegah Korupsi

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, BandarlampungPemerintah Provinsi Lampung siap mengimplementasikan aplikasi Belanja Langsung (Bela) Pengadaan dalam upaya mendorong Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Go Digital dan mendukung pencegahan korupsi pengadaan.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Pemanfaatan Bela Pengadaan secara virtual di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Jumat (7/5/2021).

Rakor ini dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua LKPP Roni Dwi Susanto dan Gubernur se-Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung dan menerapkan aplikasi Bela Pengadaan ini,” ujar Arinal.

Seperti diketahui, aplikasi Bela Pengadaan yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) hadir untuk memberikan kemudahan dalam belanja pemerintah serta mendorong pertumbuhan UMK.

LKPP bekerjasama dengan sejumlah marketplace dan saat ini terdapat 12 marketplace yang telah bergabung. Marketplace ini diisi oleh UKM Indonesia.

Arinal mengatakan akan mensosialisasikan aplikasi Bela Pengadaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Nanti kita akan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek),” katanya, dilansir dari rilislampung.id (group lampungcorner.com).

Arinal menyebutkan sekaligus akan memfasilitasi para Koperasi dan UMKM yang ada di Provinsi Lampung untuk masuk kedalam marketplace sehingga UMK go digital dapat terwujud.

Sementara itu, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto mengatakan Bela Pengadaan merupakan program untuk mendukung UMK go digital melalui proses belanja langsung Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah kepada UMK yang tergabung dalam marketplace.

Selain itu, melalui program ini menjadikan pengadaan lebih inklusif dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP),” ujar Roni.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan melalui aplikasi Bela Pengadaan ini yang didalamya menggandeng UMK yang masuk dalam marketplace sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian nasional.

“Dengan membeli produk dan jasa dalam negeri ini, saya kira akan memperkuat perputaran ekonomi kita,” ujar Menteri Teten.

Melalui aplikasi ini, Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah bisa mencari semua kebutuhan pengadaan sehari-hari salah satunya alat tulis kantor dan jasa dengan memilih operator atau marketplace yang diinginkan. (*)

Red

Share :

350 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Bandarlampung Hentikan PTM Terbatas Mulai 7 Februari

BANDAR LAMPUNG

Komposisi Fraksi Demokrat di DPRD Lampung Dirombak, Ini Daftar Lengkapnya

BANDAR LAMPUNG

Edy Irawan Hibahkan Rumah untuk Kantor Baru DPD Demokrat Lampung

BANDAR LAMPUNG

Wakil Dekan Fisip Unila Pastikan yang Titip Mahasiswa Bukan Wali Kota Eva, Tapi Timsesnya

BANDAR LAMPUNG

Ditreskrimsus Klaim Selamatkan Ratusan Miliar di Proyek Bendungan Marga Tig

BANDAR LAMPUNG

Corona Menggila, HKTI Lampung Batalkan Pelantikan Pengurus

BANDAR LAMPUNG

PTPN VII Lepas Jamaah Calon Haji

BANDAR LAMPUNG

Wirahadikusumah Ingatkan LAKH PWI Lampung Waspadai Penumpang Gelap