Gubernur Mirza Serap Aspirasi Warga Desa Penyangga di Way Kambas

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah berdialog dengan para kepala desa, camat, dan tokoh masyarakat desa penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Dialog tersebut berlangsung di Kantor Balai TNWK, Sabtu (24/1/2026), dan membahas penanganan konflik gajah dan manusia serta upaya menjaga kelestarian alam.

Gubernur Mirza mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat desa penyangga terkait langkah konkret penanggulangan konflik satwa liar, khususnya gajah Sumatera.

“Kami menerima berbagai aspirasi untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam menanggulangi konflik gajah dan manusia yang selama ini terjadi,” ujar Mirza.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana

Menurutnya, kondisi desa penyangga TNWK sangat beragam. Ada wilayah yang berupa rawa, non-rawa, lahan dengan kontur rendah.

Hingga permintaan penambahan personel penjagaan malam hari untuk mengantisipasi masuknya gajah ke permukiman warga.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat merencanakan pembangunan pagar pengaman yang memisahkan kawasan TNWK dengan desa-desa penyangga.

“Kita merencanakan pembangunan pagar pengaman antara TNWK dan desa penyangga. Ini merupakan bagian dari tindak lanjut perhatian Presiden RI terhadap konflik di Way Kambas,” jelas Mirza.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah melakukan survei teknis terkait rencana pembatasan tersebut.

Kajian teknis diperlukan agar pembangunan pagar tidak mengganggu aktivitas gajah maupun masyarakat sekitar.

“Kadang keinginan masyarakat tidak selalu sesuai dengan aspek teknis. Karena itu kajian teknis harus matang agar pembatasan ini bisa berlaku jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Zulhas Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Hadir di Kick-off 10K

Mirza menyebutkan, panjang pagar pengaman yang direncanakan mencapai hampir 70 kilometer dan dirancang ramah terhadap pergerakan satwa liar.

Mirza menegaskan bahwa konflik gajah dan manusia di Way Kambas menjadi perhatian khusus Presiden RI Prabowo Subianto karena telah berlangsung puluhan tahun.

“Bahkan saat Presiden bertemu Raja Inggris Charles III, isu konservasi menjadi salah satu pembahasan, dengan kesepakatan kerja sama konservasi di 57 taman nasional, dan pilot project-nya di Way Kambas,” ungkapnya.

Menurut Mirza, Presiden menilai konflik gajah dan manusia di Way Kambas sebagai persoalan mendesak yang harus segera diselesaikan secara berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Pematang Sawa Tanggamus
Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung
Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana
Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka
Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan
Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:50 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Pematang Sawa Tanggamus

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Jumat, 4 September 2026 - 09:03 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka

Berita Terbaru