Ingin Sukses Beternak Sapi Potong? Manajemen Reproduksi Kuncinya!

- Jurnalis

Kamis, 16 September 2021 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Produktivitas sapi sangat bervariasi dan cukup tanggap terhadap perubahan lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan potensi sapi melalui persilangan dengan berbagai bangsa sapi lainnya.

Program persilangan yang tidak terarah dan tidak disertai seleksi yang baik menyebabkan peningkatan produksi tidak tercapai, bahkan seringkali menimbulkan gangguan reproduksi. Di samping itu, kebijakan pemerintah mengurangi impor terhadap sapi bakalan dan daging menyebabkan pemotongan sapi lokal meningkat.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Program Pendampingan Desa Mitra Unila Dr. Kusuma Adhianto dalam kegiatan Program Pendampingan Desa Mitra yang dilaksanakan di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur.

Ia menjelaskan, salah satu upaya perbaikan produktivitas sapi dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi reproduksinya. Di antaranya dengan cara memperbanyak jumlah kelahiran pedet, memperpendek jarak beranak, memperpanjang masa produktif induk, dan mengoptimalkan manajemen perkawinan untuk menyiapkan bakalan dalam jumlah yang cukup.

Baca Juga :  BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Menurutnya, banyak faktor yang memengaruhi efisiensi reproduksi. Meliputi faktor eksternal seperti manajemen penyapihan pedet; kualitas ransum dan keterbatasan dalam penggunaan straw unggul; ketinggian tempat dan faktor internal seperti bangsa sapi, dan kondisi induk.

Ia menerangkan, keberhasilan usaha pembibitan sapi potong salah satunya ditentukan oleh keberhasilan reproduksi. Apabila pengelolaan reproduksi ternak dilakukan dengan tepat, maka akan menghasilkan kinerja reproduksi yang baik. Yaitu peningkatan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet.

“Tetapi masalah yang masih sering dijumpai pada usaha peternakan rakyat saat ini adalah kinerja reproduksi yang rendah,” ungkapnya.

Itu, lanjut dia, ditandai dengan masih terjadi kawin berulang (S/C > 2) dan rendahnya angka kebuntingan (CR < 70%).

Hal tersebut menyebabkan jarak beranak pada induk menjadi panjang (CI > 16 bulan) serta berdampak terhadap rendahnya perkembangan populasi sapi dan pendapatan petani dari usaha ternak.

Baca Juga :  159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar

Banyak peternak mengeluhkankan tentang tingginya S/C. Ada yang sapinya sudah 3 kali di kawin suntik, belum ada tanda-tanda bunting, bahkan ada juga yang sampai 8 kali di inseminasi buatan (IB) juga belum bunting sehingga akhirnya sapinya dijual.

Padahal, imbuh dia, untuk meningkatkan kinerja reproduksi ternak yang diperlukan adalah manajemen reproduksi yang tepat. Yang meliputi pengamatan birahi dan waktu kawin; pola perkawinan yang tepat; deteksi kebuntingan; dan penanganan kelahiran.

Ia berharap, melalui usaha tersebut, jumlah kelahiran pedet dan jumlah induk yang berkualitas meningkat.

“Akhirnya bisa berdampak pada meningkatnya pendapatan petani dari usaha pembibitan sapi potong,” pungkasnya.(*)

Red

Berita Terkait

Peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67 Kumpulkan Data Naskap di Polres Lamtim
159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar
40 Pemuda Lamtim Dilepas Magang ke Jepang, Siap Tempuh Karier Internasional
BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Heti Patmawati Ajak Personel Teladani Semangat Juang Pahlawan
Bupati Ela Pastikan Bayi Temuan Warga Terima Perawatan Terbaik, Polisi Telusuri Identitas Orang Tua
Ketua DPRD Lampung Timur Sambut Kepulangan 39 Jemaah Haji Kloter 15 JKG di Islamic Center Sukadana
Penuh Syukur dan Haru, Jemaah Haji Kloter JKG 14 Lampung Timur Tiba di Bumei Tuwah Bepadan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67 Kumpulkan Data Naskap di Polres Lamtim

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:31 WIB

159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:44 WIB

40 Pemuda Lamtim Dilepas Magang ke Jepang, Siap Tempuh Karier Internasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:10 WIB

BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:48 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Heti Patmawati Ajak Personel Teladani Semangat Juang Pahlawan

Berita Terbaru