LAMPUNGCORNER.COM, Metro — Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, akan memprioritaskan putra asli daerah untuk mengisi lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang kosong.
Hal ini merupakan komitmennya saat terpilih menjadi Wali Kota Metro. Namun, ia berkeinginan orang itu harus punya tekad membangun Metro.
“Jadi orang Metro yang mau membangun Metro. Orang Metro kalau gak mau membangun Metro, nggak mau saya,” tandasnya, Kamis (27/1/2022).
Meski begitu, dia tidak menutup kemungkinan pejabat dari luar Metro yang memiliki prestasi. Tapi dengan catatan benar-benar mau mengabdi di Metro.
“Saya mematuhi semua. Mulai dari awal saya patuhi aturan dari KASN sesuai PP Nomor 10. Saya nggak mau melakukan hal tidak sesuai,” paparnya.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masih menunggu hasil dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Diketahui, ada lima JPTP yang kosong. Kemudian ada 15 ASN yang lolos pada beberapa tahap seleksi jabatan.
Adapun, kelimabelas peserta yang lolos dalam tahapan seleksi:
Kepala Bappeda
1. Dr. Anang Risgiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupeten Way Kanan.
2. Deny Sanjaya, Sekretaris DPMPTSP Metro.
3. Yulia Chandrasari, Camat Metro Selatan.
Kepala Diskominfo
1. Yerri Noer Kartiko, Sekretaris DLH Metro.
2. Ika Pusparini Anindita Jayasinga, Kabag Hukum Pemkot Metro
3. Subehi Sekretaris, Diskominfo Metro.
Staf Ahli Bidang I
1. Silfia Naharani Wahdi, Pelaksana Dinkes Metro sekaligus istri Wali Kota Metro.
2. Deny Sanjaya, Sekretaris DPMPTSP Metro.
3. Triana Aprisia, Kabid Pemerintahan Setda Metro.
Kepala Dinas Perhubungan
1. I Gede Made Suwanda, Sekretaris Bappeda Metro.
2. M Andi, Sekretaris Dishub Metro.
3. Jose Sarmento, Sekretaris Satpol-PP.
Direktur RSUD A Yani:
1. dr. Fitria Agustina, Wadir Pelayanan RSUD Ahmad Yani.
2. dr. Redho Akbar, Sekretaris Dinkes Metro.
3. dr. Milada Aini Berakah, dokter ahli madya pada RSUD A Yani.
Red















