LampungCorner.com, TUBABA – Di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tubaba menyiapkan pelaksanaan sholat istisqa atau sholat memohon turunnya hujan.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi kondisi kemarau yang terjadi.
Persiapan pelaksanaan sholat istisqa dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tubaba, Untung Budiono, di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al Anshori, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (17/9/2026).
Dalam arahannya, Untung Budiono mengatakan sholat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat ketika menghadapi musim kemarau.
“Di saat musim kemarau seperti ini, salah satu cara kita mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan melaksanakan sholat istisqa. Untuk itu, kita perlu berkolaborasi dan bersinergi agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Untung.
Menurutnya, pelaksanaan sholat istisqa direncanakan berlangsung pada pekan depan. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat segera direalisasikan sebagai bentuk kepedulian bersama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat terhadap kondisi kemarau yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Ketua MUI Tubaba, KH. M. Makrus Ali, menilai sholat istisqa perlu segera dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama, terlebih ketika ketersediaan air mulai berkurang dan kebutuhan masyarakat terhadap air semakin meningkat.
“Sholat meminta hujan ini dilakukan ketika memang sudah tidak ada air dan masyarakat sangat membutuhkan air. Insya Allah, masyarakat akan antusias mengikuti sholat istisqa ini,” kata Makrus Ali.
Rapat tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah daerah, MUI, pondok pesantren, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan pelaksanaan sholat istisqa berjalan tertib serta dapat melibatkan masyarakat secara luas.
Melalui ikhtiar tersebut, pemerintah daerah bersama para ulama dan masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi. (*)
















