Kenapa Ibu Hamil Perlu Paham Cara Menghitung Kontraksi?

- Jurnalis

Rabu, 2 Maret 2022 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock

Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Memasuki trimester ketiga kehamilan, ibu hamil perlu mengetahui beragam informasi soal proses persalinan. Salah satu tanda persalinan yang perlu dipahami ibu hamil adalah kontraksi.

Ya Moms, kontraksi persalinan biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit hingga pinggang dan akan berulang setiap beberapa menit. Normalnya, kontraksi akan semakin intens dan menyakitkan, sehingga menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi untuk lahir.

Namun, bisa jadi, kondisi ini hanya kontraksi palsu atau braxton hicks. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu tahu cara menghitung kontraksi, untuk mengetahui apakah merupakan tanda persalinan atau bukan.

Penjelasan soal Pentingnya Ibu Hamil Paham Cara Hitung Kontraksi

Menghitung waktu kontraksi dapat membantu ibu hamil menentukan apakah mereka akan melahirkan dalam waktu dekat atau tidak. Sehingga, ibu hamil tahu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan saat itu. Hal ini dijelaskan oleh dokter kandungan di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, Alyssa Dweck, MD seperti dikutip dari Very Well Family.

Menurut Alyssa, ibu hamil sebaiknya mengetahui cara menghitung waktu kontraksi dengan baik sejak jauh sebelum tanggal hari perkiraan lahir (HPL) tiba, sehingga mereka bisa mengenali tanda-tanda jika ada masalah pada kehamilannya. Ini juga menjadi cara untuk mengenali berbagai jenis kontraksi, menentukan tingkat proses seperti kontraksi palsu, awal atau aktif, hingga kemungkinan tanda-tanda persalinan prematur.

Baca Juga :  Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat

Menghitung kontraksi sangat penting dilakukan, apalagi jika ibu hamil telah mengalami pecah ketuban, namun belum ada tanda-tanda persalinan. Biasanya, dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk tetap berada di rumah dan menunggu hingga kontraksi muncul. Menghitung waktu kontraksi akan membantu mengetahui, apakah ibu hamil akan melahirkan dalam waktu dekat atau tidak

Saat hitungan menunjukkan kontraksi telah terjadi secara teratur dan dalam waktu yang berdekatan, maka saat itulah ibu hamil perlu segera pergi ke rumah sakit. Anda dikatakan ada pada kehamilan yang matang dan siap untuk melahirkan apabila kontraksi tiba pada tingkat yang stabil dan meningkat secara konsisten dalam frekuensi dan durasi, Moms.

Lantas, bagaimana cara menghitungnya?

Ibu hamil bisa memanfaatkan aplikasi kehamilan yang menyediakan fitur mencatat kontraksi. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan, jam digital, fitur stopwatch di ponsel, dan juga alat tulis. Setelah itu, lakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Catat waktu saat kontraksi dimulai.
  • Catat waktu saat kontraksi berakhir.
  • Lakukan perhitungan: Perbedaan antara awal dan akhir kontraksi menunjukkan berapa lama kontraksi berlangsung.
  • Segera setelah kontraksi berikutnya dimulai, tuliskan waktunya.
  • Perhatikan berapa jarak waktu dari akhir kontraksi pertama ke awal kontraksi kedua. Ini menunjukkan seberapa jauh jarak kontraksi Anda, atau frekuensi kontraksi.
  • Ulangi langkah yang sama selama beberapa putaran lagi untuk melihat apakah kontraksi sudah jatuh ke pola yang teratur.
Baca Juga :  Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif

Kontraksi teratur terjadi saat durasi dan frekuensinya sudah sama dalam jangka waktu tertentu, Moms. Misalnya, dalam satu jam, kontraksi terjadi setiap 5 menit dengan durasi selama 1 menit. Persalinan akan semakin dekat jika kontraksi berlangsung 30-60 detik dan interval antar kontraksi semakin pendek.

Sementara kontraksi tidak teratur tidak menunjukkan pola yang bisa diprediksi, Moms. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan, bila ibu hamil mengalami pola kontraksi yang tidak teratur dan tidak timbul rasa nyeri, ini berarti kontraksi palsu. Hal itu bukan tanda awal akan terjadinya persalinan.

 

Red

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan
Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif
Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat
Wagub Jihan Tinjau Rumah Penyintas TBC, Dorong Renovasi Program BSPS Wujudkan Hunian Layak Sehat
Benahi Pelayanan Kesehatan, Bupati Hamartoni Usulkan Ambulans dan Puskesmas Baru ke Kemenkes RI
Hadiri Talkshow SEKILAS Bersama Kemenkes RI, Bupati Nanda Tegaskan Imunisasi Investasi Masa Depan Anak
Wagub Jihan Pimpin Rakor Tim Penanggulangan, Dorong Percepatan Eliminasi TBC di Kabupaten/Kota
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:45 WIB

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:44 WIB

Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:48 WIB

Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:12 WIB

Wagub Jihan Tinjau Rumah Penyintas TBC, Dorong Renovasi Program BSPS Wujudkan Hunian Layak Sehat

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:59 WIB