Ketua DPRD Minta Usut Oknum di Balik Penolakan Relokasi PKL

- Jurnalis

Jumat, 19 November 2021 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PKL sedang berhadapan dengan Satpol PP Bandarlampung. Foto: Sulaiman

PKL sedang berhadapan dengan Satpol PP Bandarlampung. Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Permasalahan relokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bukit Tinggi Bambu Kuning hingga kini belum menemui titik temu.

Sejak Rabu hingga Kamis (17-18/11/2021), Pemerintah Kota Bandarlampung masih belum bisa menertibkan lantaran adanya perlawanan dari PKL.

Dimintai tanggapan perihal permasalahan ini, Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi meminta solusi terbaik.

“Pemkot Bandarlampung harus kembali duduk bersama PKL untuk mencari jalan ke luar,” ungkapnya, Jumat (19/11/2021).

Wiyadi mengatakan meski mendapat penolakan, pedagang tetap masyarakat Kota Bandarlampung yang harus mendapat perhatian Pemkot.

Baca Juga :  Jembatan Presisi Merah Putih Hadir, Mobilitas dan Ekonomi Warga Bandar Kagungan Raya Kian Lancar

Tetapi yang harus dipahami oleh para pedagang, mendirikan lapak di atas trotoar itu juga melanggar aturan.

“Kemudian dicek lagi apakah memang ada oknum-oknum yang sengaja mengarahkan pedagang untuk menolak relokasi,” ungkapnya.

Menurut Wiyadi, bukan hal mustahil apabila ada oknum-oknum yang bermain di sana.

Apalagi pasar menjadi tempat strategis di mana uang uang berputar setiap hari. Pemkot harus bisa menyelidiki hal itu.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Evaluasi Perda, Pastikan Regulasi Tak Berhenti di Atas Kertas

“Ini supaya tidak ada yang merasa dirugikan. Jadi pedagang tetap bisa beraktivitas untuk mencari nafkah buat keluarganya, tapi juga sesuai aturan,” ujarnya.

Ia prinsipnya mendukung langkah Pemkot dalam menata pasar agar menjadi lebih baik dan bersih sehingga pengunjung nyaman.

Karena, apabila nyaman pengunjung, pasti banyak yang akan datang ke pasar tradisional.

“DPRD dan Pemkot sudah sepakat agar pasar tradisional ditata kembali sehingga tidak terlalu becek dan bau,” tukasnya. (*)

Red

Berita Terkait

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Rabu, 30 September 2026 - 18:10 WIB

HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Berita Terbaru

LC TV Story

Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:57 WIB