Lampung Usulkan Kawasan Industri Pangan, Bappenas Siap Kaji

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Jumat (24/7/2026).
Foto: ist

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Jumat (24/7/2026). Foto: ist

BANDAR LAMPUNG — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas akan mengkaji usulan pembangunan kawasan industri pangan di Provinsi Lampung. Usulan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rahmat Pambudy di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/7/2026).

Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menegaskan, pembangunan kawasan industri pangan diperlukan agar komoditas pertanian Lampung tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Bagaimana komoditas yang belum dihilirisasi ini bisa diolah di Lampung. Karena itu, kita butuh kawasan industri pangan agar nilai tambahnya tetap berada di daerah,” ujar Mirza.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal karena sebagian hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk mentah.

Baca Juga :  800 Ribu Hektare Disasar, Pupuk Hayati Cair Diyakini Dongkrak Produksi Tanaman Pangan di Lampung

Lampung sendiri merupakan salah satu sentra pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, nanas, kopi, kakao, lada, tebu, serta berbagai komoditas perkebunan lainnya.

Untuk mendorong hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan fasilitas pupuk hayati cair di 2.500 desa, pembangunan dryer hasil pertanian di 500 desa, hingga Program Desa Ku Maju.

Mirza juga menilai komoditas singkong masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun penguatan kemitraan dengan industri.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy menyatakan usulan tersebut akan dikaji sebagai bagian dari penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

Baca Juga :  Masuk 5 Besar, Lampung Siap Adu Kuat di Ajang Digital Leadership Nasional

“Perencanaan pembangunan harus berbasis pada kondisi riil di daerah, terutama dari tingkat desa,” kata Rahmat.

Ia menegaskan, hilirisasi pertanian menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus merata.

“Kita ingin pertumbuhan tinggi dan pemerataan juga tinggi. Caranya melalui pertanian, khususnya pertanian berbasis hilirisasi,” tegasnya.

Rahmat menambahkan, komoditas singkong memiliki prospek strategis untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari industri berbasis pertanian dan energi terbarukan.

“Singkong memiliki masa depan besar, termasuk untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan industri,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo
Lampung Rawan Sertifikat Ganda, ATR/BPN Siapkan Langkah Antisipasi
Pengamanan Aset Disorot, KPK Ungkap 8.000 Tanah Pemda Belum Bersertifikat Di Provinsi Lampung
Lampung Perkuat Tata Kelola Aset, ATR/BPN Siapkan 9 Program
Kesbangpol dan FKDM Lampura Perkuat Koordinasi, Antisipasi Konflik Sosial Sejak Awal
Pemkab Lampura, BGN dan Kejari Perkuat Tata Kelola MBG: Gandeng BUMDes Bangun Ekonomi Desa
Pergantian Kepala BGN Tak Ganggu Program MBG di Lampung
Pendapatan Retribusi Lampung Capai Rp249,64 Miliar, OPD Didorong Genjot PAD
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:24 WIB

Lampung Usulkan Kawasan Industri Pangan, Bappenas Siap Kaji

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:58 WIB

Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pengamanan Aset Disorot, KPK Ungkap 8.000 Tanah Pemda Belum Bersertifikat Di Provinsi Lampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:51 WIB

Lampung Perkuat Tata Kelola Aset, ATR/BPN Siapkan 9 Program

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:01 WIB

Kesbangpol dan FKDM Lampura Perkuat Koordinasi, Antisipasi Konflik Sosial Sejak Awal

Berita Terbaru

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Jumat (24/7/2026).
Foto: ist

PEMERINTAHAN

Lampung Usulkan Kawasan Industri Pangan, Bappenas Siap Kaji

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:24 WIB