LAMPUNGCORNER, Lampura – Masyarakat Lampung Utara berharap agar Dinas Kesehatan memberikan informasi secepatnya hasil lab penyebab keracunan masal. Hal ini terkait dengan ratusan orang warga RT 01 dan RT 02, LK 05 Kebun Lima, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, mengalami diare, mual, dan muntah, setelah menyantap makanan punjung yang terjadi pada Senin 19 Mei dan Rabu 21 Mei lalu.
Penting mengetahui penyebab keracunan, karena salah menduga penyebab keracunan makanan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, Jum’at (23/5/2025)
Untuk itu penting bagi masyarakat untuk mengetahui secepatnya penyebab dugaan keracunan yang dialami masyarakat LK 5 Tanjung Senang.
Sebelum nya untuk mengidentifikasi penyebab keracunan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara adalah dr Maya Natalia Manan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, melalui penyelidikan epidemiologi.
“Termasuk memeriksa tempat memasak, dan cara memasak, untuk mengetahui apakah ada bahan-bahan pestisida disana” kata dr. Maya Manan.
dr. Maya, memastikan hasil dari penyelidikan dinas kesehatan akan dibuatkan kronologis, dan apa penyebab terjadinya kasus ini.
Selain itu pihak dinas kesehatan juga sudah mengambil sample muntahan, dan kotoran korban untuk diteliti, di laboratorium milik Dinas kesehatan provinsi Lampung.
“Salah satunya kita ambil sample dari muntahan dan feses, sample itu kita bawa ke Provinsi” tuturnya.
Dalam seminggu baru bisa didapatkan hasilnya.
Dugaan keracunan makanan ini mengakibatkan 264 orang mengalami sakit perut, diare, mual dan muntah.
54 korban harus dilarikan ke tiga rumah sakit yang ada di Lampung Utara, 18 orang di rawat di Rumah sakit umum, HM Ryacudu, 28 orang lainnya di rawat di Handayani, dan 8 orang di rumah sakit CMC candimas, sisa nya rawat jalan
Diketahui saat ini telah didirikan posko di Lingkungan Lima Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan.










