Momentum Sertijab Kapolda Lampung, Terlihat Karangan Bunga Tertuliskan Reformasi Polri!

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Sejumlah karangan bunga dengan pesan dukungan, kritik, dan desakan moral terhadap institusi kepolisian muncul di salah satu ruas jalan di Kota Bandar Lampung.

Fenomena tersebut menarik perhatian publik, karena pesan-pesan yang disampaikan menyinggung persoalan keadilan hukum serta dorongan terhadap reformasi internal Polri.

Pantauan di lapangan menunjukkan setidaknya terdapat tiga karangan bunga dengan pesan bernada dukungan dan evaluasi terhadap jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.

Karangan bunga tersebut datang dari berbagai kelompok masyarakat dan komunitas lokal, yang mengekspresikan pandangan mereka terhadap dinamika penegakan hukum di daerah itu.

Salah satu karangan bunga menuliskan ucapan selamat datang kepada Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., sebagai Kapolda Lampung yang baru.

“Selamat Datang di Bumi Ruwa Jurai Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. Kapolda Baru Harapan Baru Masyarakat Lampung,” demikian pesan dari Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan.

Ucapan itu dinilai sebagai bentuk harapan agar kepemimpinan baru di tubuh Polda Lampung dapat membawa perubahan signifikan, terutama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Harapan tersebut sejalan dengan upaya Polri secara nasional yang tengah mendorong agenda reformasi kelembagaan dan peningkatan integritas aparat.

Baca Juga :  BARA JP dan PSI Bandar Lampung Buka Puasa Bersama, Rajut Kembali Soliditas Kemenangan Prabowo-Gibran

Karangan bunga kedua berisi pesan yang lebih tegas, menyinggung penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Pasal 170 KUHP.

Tulisan pada papan bunga itu berbunyi, “Terima Kasih Kepada Kombes Pol. Faria Arista A.S., S.I.Kom., S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung atas Klarifikasinya. Publik Menunggu Ketegasan Kasus Ini.”

Pesan tersebut dikirim atas nama anak korban kasus dugaan penganiayaan, yang sekaligus mencerminkan adanya dorongan publik agar aparat bertindak transparan, adil, dan konsisten dalam penegakan hukum.

Sementara itu, papan bunga ketiga membawa pesan lebih umum tentang semangat reformasi institusi kepolisian.

“Kita Dukung Reformasi Polri, Polri Pengayom dan Polri untuk Masyarakat,” demikian isi karangan bunga dari Komunitas Pemuda Pergerakan.

Pesan tersebut menyoroti perlunya Polri terus berbenah dan memperkuat peran sosialnya sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, bukan sekadar sebagai penegak hukum.

Kemunculan deretan karangan bunga ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspresi publik melalui media simbolik seperti papan bunga menjadi tren baru dalam menyuarakan kritik dan aspirasi politik.

Bentuknya yang non-konfrontatif membuat pesan tersebut lebih mudah diterima, namun tetap memiliki makna sosial yang kuat.

Di Lampung, kemunculan karangan bunga tersebut dinilai sebagai bentuk komunikasi publik terhadap institusi hukum yang tengah berada di bawah sorotan.

Baca Juga :  Wagub Jihan Lakukan Groundbreaking Ruas Jalan Bandar Jaya-Mandala di Lampung Tengah

Pengamat sosial menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin berani mengawasi proses hukum dan menuntut akuntabilitas aparat penegak hukum.

“Ini bukan sekadar bunga ucapan. Ini simbol perlawanan yang elegan. Publik sedang berbicara dengan caranya sendiri,” ujar seorang akademisi di bidang komunikasi publik yang enggan disebutkan namanya.

Dalam konteks yang lebih luas, pesan-pesan yang muncul pada papan bunga itu juga memperlihatkan adanya public demand terhadap agenda reformasi Polri, terutama dalam membangun sistem hukum yang lebih terbuka, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa partisipasi publik dalam mengawal penegakan hukum di Lampung semakin menguat, dan aspirasi masyarakat kini menemukan bentuk-bentuk baru dalam menyampaikan pesan keadilan.

Deretan karangan bunga itu menjadi simbol komunikasi publik yang khas di era digital, pesan moral yang dibungkus estetika, namun sarat makna sosial dan politik.

Di tengah sorotan terhadap kinerja aparat, masyarakat tampaknya ingin menyampaikan satu hal sederhana: keadilan dan reformasi bukan sekadar janji, melainkan tuntutan nyata. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Dorong Sinergi Antar Partai Politik, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung
Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan
Butik Indah Gelar Jumat Berkah Rutin, Owner Bagikan Puluhan Nasi Kotak di Bandar Lampung
Koperasi IJP Lampung Maju Sejahtera, Didukung Kementerian Koperasi dan UMKM
Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen pada Triwulan I 2026
Ratusan Personel Diterjunkan, May Day di Bandar Lampung Dijaga Ketat dan Humanis
Prihatin Dugaan Ancaman Terhadap Wartawan, Triga Lampung Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas PSDA
Ketua Dewan Korpri Marindo Kurniawan, Kukuhkan Pengurus PAW Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2023-2028
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:13 WIB

Gubernur Mirza Dorong Sinergi Antar Partai Politik, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:51 WIB

Butik Indah Gelar Jumat Berkah Rutin, Owner Bagikan Puluhan Nasi Kotak di Bandar Lampung

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:35 WIB

Koperasi IJP Lampung Maju Sejahtera, Didukung Kementerian Koperasi dan UMKM

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:19 WIB

Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen pada Triwulan I 2026

Berita Terbaru