LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Kerusakan jalan di ruas Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah hingga Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, kian memprihatinkan. Musim hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir mempercepat degradasi badan jalan, memaksa Kementerian Pekerjaan Umum mengambil langkah percepatan penanganan.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung (BPJN Lampung), perbaikan difokuskan pada penutupan lubang serta penanganan genangan air di jalur nasional strategis yang menghubungkan Provinsi Lampung dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Ruas ini bukan sekadar akses lintas kabupaten, melainkan nadi utama mobilitas dan logistik antar provinsi. Namun, curah hujan yang terus mengguyur menyebabkan lubang bermunculan di banyak titik. Tak sedikit di antaranya memicu genangan air dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Lampung, Guruh Samodra Aji, mengatakan pekerjaan yang tengah berlangsung mencakup kegiatan preservasi jalan dan jembatan sepanjang kurang lebih 80 kilometer.
“Fokus saat ini adalah penutupan lubang dan penanganan genangan. Curah hujan yang tinggi membuat jumlah lubang bertambah signifikan,” ujar Guruh, Senin (16/2/2026).
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Aprilyo Construction dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Hujan yang kerap turun di lapangan menjadi tantangan tersendiri, sekaligus faktor pembatas dalam percepatan perbaikan.
Tak hanya perbaikan rutin, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah melalui peningkatan konstruksi jalan. Pada tahun 2026, perkerasan beton (rigid pavement) direncanakan dibangun di Simpang Kebon Empat, ruas Jalan Soekarno–Hatta. Penguatan struktur ini diharapkan mampu menahan beban kendaraan berat yang selama ini menjadi pemicu utama kerusakan aspal.
BPJN Lampung pun mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu lalu lintas yang terpasang. Gangguan sementara selama proses perbaikan diminta untuk dimaklumi demi menjamin keselamatan dan kelancaran jalur transportasi antar provinsi.
Perbaikan ini menjadi ujian nyata pengelolaan infrastruktur jalan nasional di tengah cuaca ekstrem. Di satu sisi, tuntutan mobilitas dan distribusi barang terus meningkat, sementara di sisi lain, daya tahan konstruksi jalan kerap kalah oleh kombinasi hujan lebat dan beban kendaraan berat.
Sebelumnya, hujan yang hampir tanpa jeda mengguyur Lampung Utara dalam sebulan terakhir tidak hanya memicu luapan sungai dan merendam ratusan rumah warga di sejumlah daerah, tetapi juga memberikan dampak serius pada infrastruktur jalan.
Sejumlah ruas, mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten hingga jalan lingkungan dan desa, dilaporkan rusak parah dan dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan. (*)










