Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp56,09 miliar untuk penanganan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Timur pada 2026.
Dimana, Rp48,8 miliar akan digunakan untuk perbaikan sepanjang 6,2 kilometer ruas jalan provinsi dan Rp7,29 miliar untuk penanganan 34 ruas jalan desa.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kabupaten Lampung Timur di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Kecamatan Sukadana, Senin (30/3/2026).
“Sinergi perencanaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan secara optimal,” kata Jihan.
Menurut Jihan, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung, terutama untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan jalan, Pemprov juga menaruh perhatian pada perbaikan irigasi dan sarana penunjang ekonomi lainnya.
“Percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan, irigasi, dan sarana pendukung aktivitas ekonomi harus diperkuat,” ujarnya.
Jihan menjelaskan, Musrenbang RKPD 2027 digelar untuk memastikan arah pembangunan daerah selaras dengan visi dan prioritas pembangunan nasional, provinsi, maupun kabupaten.
Tahun 2027 sendiri merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025-2029, yang menjadi fase percepatan pencapaian target pembangunan daerah.
Di sisi lain, Pemprov Lampung juga terus memperkuat pembangunan berbasis desa melalui Program Desaku Maju.
Pada 2026, program tersebut didukung sejumlah alokasi anggaran, antara lain pupuk hayati cair sebesar Rp11,6 miliar untuk 1.500 lokasi, pengadaan 82 unit mesin pengering senilai Rp27,36 miliar, serta pelatihan vokasi bagi lebih dari 500 warga desa dengan anggaran Rp6 miliar.
Khusus untuk Lampung Timur, Pemprov juga menyalurkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp10 juta per desa kepada 264 desa, dengan total nilai mencapai Rp2,64 miliar.
Jihan menegaskan, seluruh program dan anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam Musrenbang itu, Jihan juga menyoroti kondisi perekonomian Lampung Timur yang masih perlu didorong.
Pertumbuhan ekonomi kabupaten tersebut pada 2025 tercatat 4,65 persen, masih di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mencapai 5,28 persen.
Selain itu, angka kemiskinan di Lampung Timur masih berada pada level 12,15 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Lampung sebesar 9,66 persen.
Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka akses, memperkuat ekonomi desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)















