LAMPUNGCORNER.COM – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan rencana Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan peminjaman dana sebesar Rp1 triliun pada anggaran tahun 2026 mendatang.
Dana tersebut rencananya akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Menurut Mirza, kondisi jalan di berbagai daerah di Lampung saat ini sudah dalam keadaan memprihatinkan dan perlu segera dibenahi.
Ia menegaskan, perbaikan jalan menjadi hal yang mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita akan coba memperbaiki jalan-jalan se-Provinsi Lampung. Kita darurat, jalan-jalan sudah jelek, sedangkan ekonomi kita harus tumbuhkan. Distribusi hasil pertanian pun harus didukung infrastruktur yang baik,” ujar Mirza Rabu, 5 November 2025.
Ia menilai, buruknya infrastruktur jalan dapat menghambat distribusi hasil pertanian dan menekan potensi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama para petani.
“Jadi sayang ya harga singkong, jagung, dan padi sudah mulai bagus. Tapi kalau jalannya jelek, pertumbuhan ekonomi bisa terhambat. Kita ingin petani yang mengantar barang-barangnya lancar, bukan malah kesulitan di jalan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung saat ini kini tengah menyusun sejumlah perencanaan pembangunan ekonomi daerah, salah satunya dengan memprioritaskan sektor infrastruktur.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa ditunda lagi dan perlu dipercepat melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk opsi peminjaman.
“Infrastruktur ini akan menjadi prioritas. Kita tidak bisa menunggu dua atau tiga tahun lagi, harus kita percepat. Salah satu opsinya adalah peminjaman,” jelasnya.
Mirza juga mengungkapkan, peminjaman dari pemerintah pusat menjadi pilihan yang menarik karena bunga yang ditawarkan relatif rendah dibandingkan dengan pinjaman komersial.
“Peminjaman dari pusat sangat murah bunganya, jauh di bawah bunga bank. Sayang kalau tidak dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutupnya. (*)









