Puasa Ramadan Dimulai 19 Februari 2026, Ini Pertimbangan Sidang Isbat!

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Sidang Isbat (17/2/2026). Sumber: Kemenag

Konferensi pers Sidang Isbat (17/2/2026). Sumber: Kemenag

LampungCorner.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Kepastian ini diumumkan usai Sidang Isbat yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2/2026), dan dihadiri perwakilan kementerian terkait, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli falak dan astronomi.

Mengutip keterangan resmi Kemenag, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan hasil sidang tersebut dalam konferensi pers. “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujarnya.

Penetapan awal Ramadan ini didasarkan pada dua metode utama, yakni hisab dan rukyat. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diketahui masih berada di bawah kriteria yang ditetapkan MABIMS, baik dari sisi ketinggian maupun elongasi, sehingga secara astronomis belum memungkinkan untuk terlihat.

Baca Juga :  Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan

Hasil hisab tersebut kemudian diperkuat dengan laporan rukyat dari 96 titik pemantauan yang tersebar di seluruh provinsi. Seluruh laporan menyatakan hilal tidak terlihat pada hari pengamatan.

“Tidak ada laporan hilal terlihat dari seluruh titik pengamatan. Bahkan di negara-negara Islam lainnya, belum ada yang memenuhi kriteria imkan rukyat. Kalender Hijriah Global versi Turki pun tidak memulai Ramadan esok hari,” jelas Menag.

Baca Juga :  Bupati Nanda Terima Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional 2026

Berdasarkan pertimbangan ilmiah dan laporan rukyat tersebut, pemerintah pun menyepakati bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada 19 Februari 2026. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa dengan tenang dan penuh khidmat.

Menutup pernyataannya, Menag Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan harmoni, apabila terdapat perbedaan metode penetapan awal Ramadan di sebagian kelompok.

Ia menegaskan, keberagaman tersebut hendaknya disikapi dengan bijak sebagai bagian dari kekuatan kehidupan berbangsa dan beragama. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi
Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama
Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern
Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta
PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?
Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Berita Terbaru