LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat sinergi dalam mengantisipasi potensi konflik sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi bersama Tim Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang digelar pada Rabu (22/7/2026).
Mengusung tema “Bersama Masyarakat, Wujudkan Lampung Utara Aman, Kondusif dan Sejahtera melalui Kewaspadaan Dini Tahun 2026”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, di antaranya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, terutama yang dipicu perbedaan pendapat di media sosial.
Selain itu, peserta juga membahas pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai gejala awal konflik, pemantauan organisasi maupun aliran kepercayaan yang ada di Lampura, hingga penguatan kerja sama dalam memantau situasi keamanan daerah melalui pertukaran informasi terkait kondisi kamtibmas.
Kepala Kesbangpol Lampura, Iwan Purnama, menyampaikan apresiasi sekaligus mengucapkan selamat bergabung kepada jajaran FKDM Tahun 2026. Menurutnya, keberadaan FKDM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah meski kiprahnya lebih banyak bekerja di balik layar.
“Inilah yang kita harapkan menjadi kontribusi kita untuk Lampura. Konsep FKDM memang tidak terlihat, tetapi manfaatnya sangat terasa,” ujar Iwan.
Ia berharap FKDM bersama pemerintah daerah mampu mengambil peran strategis dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif demi kelancaran pembangunan di Lampura.
Menurut Iwan, rapat koordinasi tahun ini juga membahas kondisi kewilayahan yang menjadi perhatian anggota FKDM, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang.
“Insyaallah kondisi Lampura bisa semakin kondusif melalui pemetaan wilayah hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Iwan juga mendukung keberadaan sekretariat dan tanda pengenal bagi anggota FKDM. Menurutnya, sekretariat dapat difungsikan sebagai pusat koordinasi untuk membahas berbagai persoalan maupun potensi konflik yang berkembang, sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di Lampura.
Sementara itu, Ketua FKDM Lampura, Nasril Subandhi, mengatakan FKDM merupakan wadah yang bertugas memantau berbagai isu yang berkembang, baik di media sosial maupun di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta organisasi terkait menjadi kunci utama dalam upaya deteksi dini terhadap potensi konflik.
“Kami melanjutkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2025. Banyak isu yang menjadi perhatian dalam deteksi dini, seperti persoalan LGBT, narkotika, konflik pangan, HGU, dan berbagai persoalan lainnya,” jelas Nasril.
Menurutnya, melalui FKDM akan disusun berbagai langkah strategis ke depan guna mengantisipasi munculnya konflik sosial sehingga situasi di Lampura tetap aman, damai, dan kondusif.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Lampura Yanti Fitriana beserta jajaran, Ketua FKDM bersama seluruh anggotanya. (*)
















