Lampungcorner.com, Tulang Bawang – Penjabat Bupati Tulangbawang Qudratul Ikhwan dinilai tidak perduli dengan nasib guru honorer di daerahnya. Pasalnya, penjabat bupati enggan menemui massa saat seratusan guru honorer menggelar aksi damai menuntut pemerintah daerah membuka penerimaan formasi PPPK tahun 2023.
Aksi guru honorer itu berlangsung di depan Gedung DPRD Tulangbawang, Rabu, 16 Agustus 2023. Massa berorasi disaat bersamaan Legislatif tengah menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka memperingati HUT RI ke-78.
“Pj Bupati itu ada disini Kepala Dinas Pendidikan itu ada disini. Tapi semuanya kabur. Kami kecewa terhadap penjabat bupati yang tidak mau menemui kami. Kami sangat kecewa, adanya bupati kan karena adanya rakyat,” kata Ketua PGRI Kabupaten Tulangbawang Danial Anwar, seusai menggelar rapat terbatas bersama Komisi l dan IV DPRD Tulangbawang, Rabu, 16 Agustus 2023.
Dia menyebutkan, pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU). Dana itu salah satunya diperuntukkan untuk menggaji tiga bulan 620 PPPK hasil perekrutan tahun 2023. Namun, tidak diketahui alasan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang tidak membuka penerimaan formasi PPPK.
“Pemerintah Kabupaten Tulangbawang ini enggak mau daerahnya maju. Guru honorer ini korban kegagalan pemerintah daerah. Duit sudah ada tapi kenapa enggak ada pembukaan PPPK,” ujar dia.
Danial menganggap Pemkab Tulangbawang telah melanggar aturan pemerintah pusat. Pasalnya dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 212/PMK.07/2022 tentang indikator tingkat kinerja daerah dan ketentuan umum bagian dana alokasi umum yang ditentukan penggunaannya tahun anggaran 2023 tanggal 27 Desember 2022.
Dari pantauan dilapangan rapat paripurna rampung sekitar pukul 11.30 WIB. Pj Bupati Tulangbawang Qudratul Ikhwan bahkan sempat melakukan photo bersama ditangga kantor DPRD Tuba bersama forkopimda. Seusai melakukan foto bersama Qudratul tampak menuju samping tanpa menemui aksi guru honorer yang tengah berada tepat di depan pintu masuk gedung.
Saat diwawancarai awak media, Qudratul, mengatakan, bahwa ketiadaan penerimaan PPPK di Kabupaten Tulangbawang tahun ini, karena alasan keterbatasan anggaran.
“Untuk sementara tidak ada (penerimaan PPPK), alasannya tidak tersedia cukup anggaraan. Penerimaan ASN itu diawali rangkaian panjang. Bukan gujuk-gujuk hari ini kita mau langsung pembukaan penerimaan,”singkat Qudratul.(*).
















