Sejarah! Indonesia Catat Surplus Dagang Tertinggi dari Tiga Negara Ini

- Jurnalis

Rabu, 1 Maret 2023 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Zulkifli Hasan saat memberi sambutan pada rapat kerja Kemendag di Hotel Novotel Lampung, Rabu (1/3/2023). Foto: Muhaimin

Mendag Zulkifli Hasan saat memberi sambutan pada rapat kerja Kemendag di Hotel Novotel Lampung, Rabu (1/3/2023). Foto: Muhaimin

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD54,53 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, nilai surplus tersebut jika dirupiahkan hampir Rp900 triliun.

Sukses ini tidak terlepas dari kontribusi ekspor ke beberapa negara. Terutama, tiga negara.

“Nomor satu Amerika, nomor dua India, nomor tiga Filipina. Dengan Tiongkok, perdagangan kita besar tapi surplusnya kecil,” paparnya.

Zulhas –sapaannya, menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Hotel Novotel, Rabu (1/3/2023).

Tema rapat kerja selama dua hari ini, ‘Transformasi Perdagangan Mendukung Pembangunan Ekonomi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan’.

Baca Juga :  Petahana Utus LO, Empat Kandidat Rebut Kursi Ketua Apindo Lampung

Pada kesempatan yang sama, Zulhas memaparkan catatan Kemendag pada ekspor Indonesia tahun 2022.

Nilai ekspor mencapai USD291,98 miliar dan impor USD237,45 miliar. Sehingga, total perdagangan Indonesia USD529,43 miliar.

“Ekspor kita kontribusinya sangat signifikan. Tahun 2022 tumbuh 24,49 persen,” kata Zulhas.

Hal ini menurut dia, karena ekspor di sesama negara ASEAN sekarang tidak lagi banyak persyaratan.

“Kopi Lampung mau dibawa ke Jakarta, tadinya banyak aturan. Belum dari Jakarta mau dibawa ke Dubai, ruwet,” paparnya.

Baca Juga :  Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Nah, persoalan itu sudah diselesaikan, sehingga surplus perdagangan naik. Dengan Malaysia saja Rp160 triliun lebih karena penyederhanaan aturan.

“Hal itu dikarenakan untuk ASEAN tidak ada tarif. Begitu juga harusnya aturan perdagangan antar pulau, jangan rumit nanti high cost,” bebernya.

Lebih lanjut, Zulhas menyampaikan saat ini, Indonesia baru saja menyelesaikan perjanjian dengan negara Chili, Amerika Selatan.

“Selain itu, kita menargetkan untuk dapat tembus ke Uni Emirate Arab (UEA), Eropa Timur, dan Asia Selatan,” pungkasnya. (*)

Red

Berita Terkait

SIWO PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas, Sistem Digital Siap Cegah Kecurangan Atlet
Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
Hadiri Yudisium Fakultas Teknik Unila, Gubernur Mirza Ajak Lulusan Teknik Jadi Innovator Pembangunan Daerah
Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju
Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Gubernur Mirza Resmikan Jembatan Garuda di Kabupaten Mesuji, Realisasi Program Presiden Prabowo Subianto
Dulu Satu Jam Kini Lima Menit, Jalan Rawa Jitu-Umbul Mesir Ubah Wajah Distribusi Pertanian Tulang Bawang
Berita ini 135 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:36 WIB

SIWO PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas, Sistem Digital Siap Cegah Kecurangan Atlet

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:14 WIB

Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:09 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Berita Terbaru