Semakin Bertambah, Korban Kasus Keracunan di Lampura Mencapai 296 Pasien

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER, Lampura – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mencatat jumlah warga terdampak Keracunan makanan bertambah menjadi 296 orang hingga Jumat (23/05/2025).

Kejadian yang bermula dari mengonsumsi makanan yang di berikan orang yang akan mengadakan hajatan khitan.
Dari jumlah tersebut, 227 Orang menjalani rawat jalan. Total tersebut meningkat dari sebelumnya 175 orang. Sementara 69 orang tersebar menjalani rawat inap dibeberapa Rumah Sakit, 26 orang di RS Handayani, 24 orang RSD HM. Mayjend Rhyacudu, 12 orang RS CMC, dan 7 orang berada di RS Maria Regina.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian (P2) Dinkes Lampura Dian Mauli mengatakan, Bahwa terjadi penambahan kasus yang di akibatkan dugaan keracunan makanan tersebut.
” Data kami sampai hari ini terdapat peningkatan korban, Pasien rawat jalan umumnya mengalami gejala ringan,” jelasnya.
Untuk pasien yang rawat inap, saat ini melakukan perawatan intensif dirumah sakit. Jumlah pasien yang dirawat iinap Naik menjadi 69 orang yang bermula 49 orang. Termasuk tambahan 7 orang yang berada di RS Maria Regina.
Ia menambahkan, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil laboratorium dari Labkesda Provinsi Lampung.
“Kami masih menunggu hasil lab. Pemerintah telah memberikan perhatian serius, Petugas juga sudah turun langsung ke lapangan, dan Bupati Lampura telah meninjau langsung di RSD HM. Mayjend Ryacudu, tambahnya.
Sebelumnya, Kamis (22/05/2025) Lebih dari 100 orang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari hajatan warga yang berada di wilayah LK 03 Kelurahan Tanjung Senang. Sementara banyak korban berasal dari warga LK 04 dan LK 05 Kelurahan yang sama.
Pemkab setempat telah melakukan penanggulangan menanggung, termasuk menanggung biaya pengobatan melalui BPJS Kesehatan yang belum terdaftar di JKN-KIS.
“Kami terus mencari akar masalah dan melakukan pemantauan ketat agar tidak terjadi lagi kejadian yang serupa,”Tutup Dian.

Berita Terkait

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi
Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas
Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan
Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB
Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Lampura, Bunda Literasi: Bertutur Jadi Jalan Anak Mengenal Kekuatan Literasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Akademisi Soroti Selter JPTP Lampura, Ingatkan Prinsip Merit dan Asas Legalitas

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WIB

Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

Selasa, 8 September 2026 - 10:59 WIB

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB