Tembus 218 Ribu Kasus Omicron Dalam Sehari, Inggris Ogah Lockdown

- Jurnalis

Rabu, 5 Januari 2022 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Inggris, Boris Johnson (dok. Victoria Jones/PA via AP)

PM Inggris, Boris Johnson (dok. Victoria Jones/PA via AP)

LAMPUNGCORNER.COM, Inggris – Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, menyatakan negaranya mampu menghadapi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) tanpa menutup aktivitas perekonomian.

Penegasan ini disampaikan setelah Inggris mencetak rekor tertinggi dengan lebih dari 218.000 kasus Corona varian Omicron. Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/1/2022), PM Johnson menolak untuk memberlakukan lockdown ketat di Inggris, dengan menyatakan bahwa efek suntikan booster vaksin Corona dan kehati-hatian para warganya akan cukup untuk menahan gelombang terbaru.

Pada Selasa (4/1/2022) waktu setempat, Inggris melaporkan 218.724 kasus Corona dalam sehari. Angka ini mencetak rekor terbaru untuk tambahan kasus tertinggi dalam sehari meskipun angka itu juga dipengaruhi kelambatan pelaporan selama masa liburan akhir tahun.

PM Johnson menyatakan dirinya berpegang pada langkah ‘Rencana B’ yang diberlakukan di Inggris sejak bulan lalu. Langkah itu mencakup aturan pemakaian masker dalam transportasi umum dan pertokoan, tanpa membatasi acara sosial dan menutup pusat-pusat bisnis.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

“Bersama dengan langkah Rencana B yang kita berlakukan sebelum Natal, kita memiliki peluang untuk mengatasi gelombang Omicron ini tanpa menutup negara kita sekali lagi. Kita bisa membiarkan sekolah dan bisnis-bisnis kita tetap buka, dan kita bisa mencari cara untuk hidup dengan virus ini,” cetus PM Johnson.

“Tapi beberapa pekan ke depan akan menantang, baik di sini di Inggris dan seluruh dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa sejumlah layanan akan terganggu oleh ketidakhadiran para staf,” imbuhnya.

Sebelumnya, PM Johnson memperingatkan bahwa rumah-rumah sakit akan menghadapi tekanan besar dalam beberapa pekan ke depan, dan mengumumkan tes Corona harian untuk 100.000 pekerja sektor kritis.

Sementara penerimaan pasien di rumah sakit meningkat sejak pertengahan Desember, angka itu belum mempengaruhi tren kasus harian, yang diduga sebagai dampak vaksin dan suntikan booster, juga lebih rendahnya level keparahan varian Omicron dan jeda waktu orang-orang yang pergi ke rumah sakit.

Baca Juga :  Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Chief Medical Officer Inggris, Chris Whitty, secara terpisah menyatakan angka kematian tidak ikut meningkat saat terjadinya lonjakan kasus. Sedangkan PM Johnson menyebut bahwa lebih dari 60 persen pasien Corona yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) belum divaksinasi.

Pakar epidemiologi pada Imperial College London, Neil Ferguson, menyebut bahwa pola rawat inap mungkin berubah ketika gelombang Omicron mulai menyebar ke kelompok usia lebih tua.

“Rawat inap umumnya masih meningkat di seluruh wilayah, dan kita mungkin melihat level yang tinggi selama beberapa pekan. Vaksinasi menahan dalam hal perlindungan terhadap penyakit parah, dibantu fakta bahwa Omicron hampir pasti secara substansial tidak terlalu parah, tapi tetap saja memberikan tekanan pada sistem kesehatan,” sebutnya kepada Radio BBC. (*)

 

 

Red

Berita Terkait

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:35 WIB

Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Berita Terbaru

LC TV Story

Wagub Jihan Tinjau Langsung Kebakaran TPS di Lampung Tengah

Senin, 19 Okt 2026 - 11:09 WIB