Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung segera merealisasikan pembangunan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir di Kota Bandar Lampung.
Program tersebut sebenarnya sudah lama dibahas dan disusun dalam rancangan pemerintah daerah.
Kehadiran EWS diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa seperti yang menimpa dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut terseret arus sungai di kawasan wisata Wira Garden, Rabu (1/4/2026).
Kedua korban Fatmawati (23), asal Tulang Bawang Barat, dan Bunga (23), asal Metro berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur.
Salah satu korban ditemukan tersangkut di pagar saat nelayan tengah mengecet kapal dan satu korban mengapung di laut. Kedua jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal memastikan pembahasan pemasangan EWS telah dilakukan bersama tim terkait.
Pemprov Lampung, kata Rudy, berencana memasang EWS banjir di sejumlah titik rawan di Kota Bandar Lampung.
“Kita sudah lakukan pembahasan dan akan segera ditindaklanjuti. Ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat banjir. Insyaallah segera kita anggarkan,” kata Rudy, Kamis (2/4/2026).
Rudy menambahkan, tim BPBD Provinsi Lampung juga telah turun langsung membantu proses pencarian dua mahasiswi Unila yang hilang di lokasi kejadian.
“Kami mohon doa dari masyarakat. Untuk keluarga korban, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini,” lanjutnya.
Peristiwa tersebut mendapat sorotan dari penggiat lingkungan sekaligus Direktur Lembaga Konservasi 21 (LK21) Provinsi Lampung, Edy Karizal.
Menurutnya, insiden itu harus menjadi peringatan serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di kawasan wisata berbasis sungai.
“Wisata yang berbasis sungai seperti Wira Garden wajib memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Dengan adanya EWS di bagian hulu, peningkatan debit air dapat terdeteksi lebih cepat sehingga proses evakuasi bisa dilakukan sebelum terjadi bencana,” ujar Edy. (*)















