LampungCorner.com, LAMTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) menggelar Rembuk Stunting 2025 di Aula Atas Setdakab, Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting dan menekan maraknya pernikahan usia anak di daerah tersebut.
Wakil Bupati (Wabup) Lamtim, Azwar Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanggulangan stunting merupakan amanat langsung dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan stunting hanya bisa dicapai melalui kerja sama semua pihak.
“Enam strategi utama harus kita optimalkan, mulai dari penurunan prevalensi stunting, peningkatan kualitas persiapan kehidupan berkeluarga, hingga pemenuhan gizi, pola asuh, layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi,” tegas Azwar Hadi.
Azwar Hadi mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga tokoh masyarakat dan pihak swasta untuk bahu-membahu dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya di desa-desa yang menjadi lokus prioritas.
“Stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita semua. Harus ada kebersamaan dan komitmen agar angka stunting bisa turun signifikan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan perbankan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil agar upaya ini berjalan secara terintegrasi dan konvergen.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas P3AP2KB Lamtim mengungkapkan bahwa masih tingginya angka pernikahan usia anak menjadi tantangan besar dalam menurunkan angka stunting. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 kasus pernikahan dini, bahkan beberapa melibatkan anak usia SMP yang sudah hamil.
“Permohonan dispensasi nikah di Lamtim masih tinggi. Ini memperbesar risiko bayi lahir stunting, karena kondisi biologis dan psikologis ibu yang belum matang,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan kepada lima desa yang dianggap berhasil dalam program pencegahan stunting, yakni:
1. Desa Ngesti Karya, Kecamatan Waway Karya.
2. Desa Itik Rendai, Kecamatan Melinting.
3. Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan.
4. Desa Rama Puja, Kecamatan Raman Utara.
5. Desa Gedung Wani, Kecamatan Marga Tiga.
Satu desa lainnya juga mendapat penghargaan khusus atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat soal pola hidup sehat dan pengasuhan anak.
Menutup sambutannya, Wabup Azwar Hadi kembali menegaskan pentingnya komitmen semua pihak.
“Kerja bersama lintas sektor harus terus kita gelorakan. Kita ingin anak-anak Lamtim tumbuh aman, sehat, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (*)
Editor: Furkon Ari
















