3.600 Bebek Umur Sehari Asal Jawa Tengah Ditolak Masuk Lampung

- Jurnalis

Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM,Lampung Selatan – Sebanyak 3.600 ekor Day Old Duck (DOD) atau yang biasa disebut anak bebek umur sehari ditolak masuk ke Lampung, oleh Petugas Karantina Pertanian Lampung, Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Bakauheni.

“Ribuan ekor DOD yang dikemas dalam 36 kotak ini berasal dari Pati, Jawa Tengah, yang diangkut menggunakan minibus travel menuju Lampung,” ungkap kata Isaias, Pejabat Karantina Wilker Pelabuhan Bakauheni dikutip dari media sosial Balai Karantina Pertanian Lampung,seperti dilansir dari rilislampung.id (Group lampungcorner)

Baca Juga :  DPR Ungkap Biang Kelangkaan Solar: Kuota Minim hingga Praktik “Ngecor”

Penolakan itu, masih menurut Isaias karena setelah memeriksa dokumen yang ada, ternyata tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran.

“Maka masih kami tahan karena tentunya tidak terjamin kesehatannya,” terus Isaias lagi.

Ia juga mengatakan, perbuatan tersebut telah melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Setelah berkoordinasi dengan tempat pengeluaran, yaitu Karantina Pertanian Cilegon, selanjutnya DOD tersebut akan dikembalikan ke Pulau Jawa,” tandas Pejabat Karantina Lampung.

Baca Juga :  Gema HELAU Kembali Digelar, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Budaya Gotong Royong Bersihkan Wajah Kota Kalianda

Sementara itu, Sub Koordinator Karantina Hewan, Balai Karantina Pertanian Lampung Akhir Santoso berharap, seluruh petugas karantina terus memperketat pengawasan di setiap tempat pemasukan dan pengeluaran.

“Semua itu supaya berbagai komoditas ilegal tidak dapat masuk ke Wilayah Sumatera maupun sebaliknya,” pungkas Santoso. (ki/red)

Berita Terkait

Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas
Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat
Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan
Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga
Peluk Harapan Anak-anak Lampung Selatan, Zita Anjani Pastikan Perjuangan Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga
Sisihkan 2.500 Desa di Lampung, Karang Pucung Wakili Provinsi pada Lomba Desa Tingkat Nasional Berkat Inovasi Desa Digital dan Pengelolaan Sampah
Usung Spirit of Krakatoa, Lamsel Fest 2026 Siap Tampil Lebih Spektakuler dengan Empat Event Ikonik dan Deretan Artis Ibu Kota
Bupati Radityo Egi Dorong Tata Kelola Desa yang Transparan, Keuangan Desa Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Peluk Harapan Anak-anak Lampung Selatan, Zita Anjani Pastikan Perjuangan Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB