LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandarlampung. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan pada Sabtu (12/2/2022).
Airlangga berpesan agar ikan asin asal Pulau Pasaran tidak hanya menjadi konsumsi lokal, melainkan juga bisa masuk pasar ekspor.
“Bagus sekali usaha ibu-ibu untuk mengolah ikan asin, jadi bisa membangkitkan perekonomian lokal di sini (Pulau Pasaran). Ikan asin juga menjadi salah satu makanan yang disukai masyarakat Indonesia, tidak hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga diekspor,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (14/2/2022).
Pulau Pasaran sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 1.900 jiwa dengan 342 kepala keluarga (KK). Hal itu terbagi atas beberapa kelompok masyarakat. Yakni lima kelompok pengolah dengan 48 pengolah, dua kelompok nelayan rajungan, dua kelompok pembudidaya ikan, dan 10 kelompok kerang hijau.
Tenaga kerja yang menekuni industri rumahan ikan asin di pulau tersebut berjumlah sekitar 765 orang. Mayoritas adalah ibu rumah tangga yang berasal dari luar Pulau Pasaran.
Rata-rata produksi ikan teri asin di wilayah tersebut yakni kurang lebih sebanyak 3 ton per bulan untuk setiap pengolah. Sehingga produksi secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 120-150 ton per bulan atau sekitar 1.140 ton per tahun.
Adapun beberapa jenis ikan teri asin yang diproduksi adalah teri nasi super, teri nasi biasa, teri buntiau, teri rc, teri jengki, dan teri katak.
Rentang harga jual per kilogram dari yang termahal yaitu ikan teri nasi super senilai Rp120 ribu/kg sampai termurah yakni ikan teri katak senilai Rp50 ribu/kg. Produk tambahannya adalah cumi asin dan ikan tanjan.
Pemasaran ikan teri asin paling banyak di DKI Jakarta dengan total 50 persen. Lalu Medan, Padang, Jambi, dan sekitarnya mencapai 30 persen.
Kemudian sebanyak 10 persen dipasarkan ke wilayah Karawang, Cianjur, Bandung, dan sekitarnya. Sisanya 10 persen lagi ke pasar lokal di Lampung.
Keunggulan ikan teri nasi Pulau Pasaran bisa dilihat dari sistem pengolahan ikan teri yang direbus di atas kapal setelah penangkapan, dengan tujuan menjaga kualitas ikan.
“Saya harap usaha pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran ini akan semakin berkembang, sehingga akan berkontribusi lebih besar kepada produksi ikan asin di Indonesia. Untuk kualitas sebaiknya juga dapat semakin ditingkatkan agar menjadi pilihan ikan asin utama di negara ini,” kata Airlangga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat volume ekspor ikan asin nasional pada periode Januari hingga November 2021 sebanyak 8,96 juta kg dengan nilai sebesar US$ 93,17 juta.
Nilai tersebut meningkat 0,69 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 92,53 juta. (*)
Red









