LAMPUNGCORNER.COM, Israel dan sejumlah negara Arab menggelar pertemuan pada Minggu (27/3/2022). Nuklir Iran menjadi salah satu isu yang dibahas.
Pertemuan itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Sementara tiga negara mayoritas Muslim yang hadir pada pertemuan yang jarang terjadi itu adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.
Pertemuan tersebut digelar setelah negara-negara Arab itu mulai menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020. Normalisasi hubungan itu disebut bahkan terjadi ketika progres perdamaian dengan Palestina terhenti.
Mesir, yang negaranya pada Sabtu (26/3) menandai 43 tahun perdamaian dengan Israel, juga akan bergabung dalam KTT itu yang bakal digelar pada Sabtu sampai Senin di wilayah, Sde Boker.
Sebelum KTT Israel dan tiga negara, Blinken menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu Israel Yair Lapid di Yerusalem. Ia memastikan masalah perjanjian nuklir Iran tetap menjadi agenda utama KTT tersebut.
“Memulihkan kesepakatan nuklir tahun 2015 adalah cara terbaik untuk kembali menempatkan program nuklir ke dalam tempat semestinya,” ujar Blinken seperti dikutip dari Reuters.
“Tapi apakah itu akan terwujud atau tidak komitmen utama kami bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir tak akan goyah. AS akan terus berdiri di hadapan Iran jika itu mengancam kami atau sekutu dan mitra kami,” sambung dia.
Pada 2015 AS dan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Uni Eropa dan Jerman mengizinkan Iran mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.
Namun, pada 2018 Presiden AS kala itu Donald Trump keluar dari perjanjian. Ia malah menjatuhkan sanksi ekstra ke Iran yang merupakan musuh bebuyutan Israel.
Sampai sekarang Israel dan beberapa negara Arab masih menganggap Iran sebagai ancaman di Timur Tengah. Ancaman keamanan dari Iran pun menjadi salah satu alasan sejumlah negara Timur Tengah memilih berdamai dengan Israel.
Red









