Setop Pupuk Kimia, Ini Cara Manfaatkan Batang Pisang untuk Jadi Pupuk Organik

- Jurnalis

Rabu, 7 Juli 2021 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Bina Usaha Dinas Perkebunan Way Kanan Rohim (tengah), saat menyampaikan cara pembuatan pupuk organik, Rabu (7/7/2021). Foto: Yulianto

Kabid Bina Usaha Dinas Perkebunan Way Kanan Rohim (tengah), saat menyampaikan cara pembuatan pupuk organik, Rabu (7/7/2021). Foto: Yulianto

LAMPUNGCORNER.COM, Waykanan — Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan memberikan pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk organik pada masyarakat Kampung Rantau Temiang, Kecamatan Banjit dan Kampung Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (7/7/2021).

Menurut Kepala Bidang Bina Usaha, Dinas Perkebunan Waykanan Rohim, tujuan pelatihan dan pembinaan itu sebagai upaya mengurangi ketergantungan petani dalam penggunaan pupuk kimia.

“Pupuk organik dapat menyuburkan tanaman. Selain itu pupuk organik juga ramah lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates-Metro, Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar

Petani diharapkan memiliki keterampilan mengolah pupuk organik mandiri, apalagi bahan-bahannya mudah didapat dan pembuatannya tidak terlalu sulit.

Bahan-bahan yang bisa digunakan seperti kotoran ternak, sampah daun-daun kering, hingga batang pohon pisang yang ditebang usai panen, yang biasanya dibuang begitu saja.

Caranya, batang pohon pisang dicacah hingga berukuran kecil, kemudian sebagai aktivator bisa melarutkan EM-4. Lalu disiram merata sampai mencapai kelembapan 60 persen. Kemudian ditutup menggunakan terpal.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sampaikan Jalan Kasui-Air Ringkih Kunci Distribusi Kopi dan Sawit Lampung-Sumsel

Proses dilakukan pembalikan dengan interval setiap tujuh hari sekali selama 24 hari, untuk menyediakan oksigen baru dan penurunkan panas yang bisa lebih tinggi dari 65 derajat celcius.

“Pada hari ke 24 sampai 28, dilakukan pendinginan dan pematangan baru setelah itu pupuk organik siap digunakan,” pungkas Rohim. (*)

Red

Berita Terkait

Sekdaprov Marindo Pimpin Persiapan Pelantikan Apdesi Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi Pembangunan Desa
Gubernur Mirza Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates-Metro, Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar
Hamartoni Arahkan Desa Mandiri, Kopi dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Wagub Jihan Panen Raya Melon, Hasil Pengembangan Smart Greenhouse SMKN Pertanian Pembangunan Natar
Gubernur Lampung Lepas Mahasiswa Program Magang Internasional, Upaya Tingkatkan IPM Skema Migran Vokasi
Gubernur Mirza Perkuat Implementasi Digitalisasi Keuangan Daerah Terintegrasi Maksimal
Bupati Pesawaran Tekankan PBB sebagai Kunci Pembangunan, Target 2026 Tembus Rp12 Miliar
Paripurna HUT ke-27, Sinergi Jadi Kunci Lampung Timur Menuju “Makmur Lestari”
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:11 WIB

Sekdaprov Marindo Pimpin Persiapan Pelantikan Apdesi Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi Pembangunan Desa

Rabu, 22 April 2026 - 20:47 WIB

Gubernur Mirza Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates-Metro, Menelan Anggaran Rp14,67 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 14:13 WIB

Hamartoni Arahkan Desa Mandiri, Kopi dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama

Selasa, 21 April 2026 - 17:53 WIB

Gubernur Lampung Lepas Mahasiswa Program Magang Internasional, Upaya Tingkatkan IPM Skema Migran Vokasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Implementasi Digitalisasi Keuangan Daerah Terintegrasi Maksimal

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:31 WIB