LampungCorner.com, ABUNG TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara mulai menggeser arah pembangunan desa ke jalur yang lebih strategis dengan menitikberatkan pada penguatan sektor riil berbasis potensi lokal. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, saat kunjungan kerja ke Kecamatan Abung Tengah, Selasa (21/4/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Bonglai, Desa Gunung Besar, tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat desa untuk menyatukan arah serta prioritas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Hamartoni menyoroti komoditas kopi sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Abung Tengah. Ia menegaskan, pengelolaan kopi tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, melainkan harus terintegrasi dalam rantai nilai yang lebih luas mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga perluasan akses pasar.
“Komoditas kopi memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika dikelola secara serius, ini bisa menjadi penggerak utama pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Selain kopi, pemerintah daerah juga memperkuat sektor pangan dengan menyalurkan bantuan bibit padi kepada kelompok tani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat sumber penghasilan petani, sehingga desa tidak bergantung pada satu komoditas saja, melainkan memiliki struktur ekonomi yang lebih tangguh.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur tetap menjadi perhatian utama. Pemkab Lampung Utara merencanakan perbaikan bertahap ruas jalan Bonglai–Subik pada tahun 2026. Selama ini, akses jalan menjadi salah satu hambatan utama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.
“Perbaikan jalan bukan hanya soal fisik, tetapi membuka akses ekonomi masyarakat,” ujar Hamartoni.
Upaya percepatan pembangunan tersebut juga dibarengi dengan penekanan pada kesadaran fiskal masyarakat. Bupati meminta para kepala desa aktif mengimbau warga untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Lebih jauh, Hamartoni mendorong pemerintah desa agar tidak hanya terjebak dalam rutinitas administratif. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam menggali potensi desa, baik di sektor pertanian, UMKM, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dengan langkah tersebut, desa diharapkan mampu tumbuh mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah ke depan. (*)










