Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Lampung, Budhi Condrowati, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menganggap remeh lonjakan kasus campak di Lampung pada awal 2026.
Menurutnya, campak bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berujung fatal bagi penderitanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 591 warga berstatus suspek campak. Kasus tersebut telah menyebar di delapan kabupaten/kota di Lampung.
Budhi menilai kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan lantaran cakupan imunisasi tahunan di Lampung masih rendah.
Hingga saat ini, angka imunisasi baru mencapai 80 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 95 persen.
“Targetnya 95 persen, artinya masih ada gap yang harus segera ditangani secara maksimal. Distribusi vaksin harus dilakukan secara masif agar angka kasus tidak semakin melonjak,” tegas Budhi, Rabu, 1 April 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti masih banyaknya orang tua yang enggan memberikan imunisasi kepada anak karena khawatir terhadap efek samping, seperti demam.
Karena itu, Budhi meminta Dinas Kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas maupun posyandu.
Ia mendesak adanya langkah konkret melalui sosialisasi secara masif mengenai bahaya campak dan pentingnya imunisasi.
Selain itu, Budhi meminta petugas kesehatan melakukan pendekatan humanis dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa manfaat vaksin jauh lebih besar dibanding efek sampingnya.
Ia juga mendorong Dinas Kesehatan segera melakukan investigasi lapangan di wilayah dengan angka kasus tertinggi guna mencari akar persoalan.
“Dinkes harus segera turun ke lapangan, investigasi permasalahannya, dan gerak cepat mencari solusi. Kita harus memutus rantai penyebaran ini sebelum jatuh lebih banyak korban,” pungkasnya. (*)









