LampungCorner.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, turun langsung meninjau kondisi bayi perempuan yang ditemukan warga di Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Senin (15/6/2026). Bayi yang sempat mengundang perhatian masyarakat itu kini menjalani perawatan intensif di RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ela didampingi Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, Plt Direktur RSUD KH Ahmad Hanafiah Eva Susanti, serta Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Stefanus Boyoh.
Setelah melihat langsung kondisi bayi di ruang perawatan, Bupati memastikan kondisi kesehatan bayi dalam keadaan baik. Meski demikian, sejumlah pemeriksaan dan observasi medis masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi bayi benar-benar stabil.
“Alhamdulillah kondisi bayi sehat. Dari hasil pemeriksaan awal, berat badannya sekitar 3,4 kilogram dan secara umum dalam kondisi normal. Namun masih ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan dan tetap perlu observasi dari awal sampai akhir,” ujar Ela.
Ia menegaskan telah meminta pihak rumah sakit memberikan penanganan terbaik dan pendampingan secara maksimal hingga bayi tersebut dinyatakan sehat sepenuhnya.
Menurut Ela, bayi itu memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya untuk memperoleh pelayanan kesehatan, perlindungan, serta kesempatan hidup yang layak.
“Saya meminta rumah sakit serius melakukan pendampingan. Yang utama, bayi ini berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, berhak mendapatkan kehidupan yang layak, dan berhak tumbuh seperti anak-anak lainnya ke depan,” tegasnya.
Terkait langkah lanjutan setelah masa perawatan selesai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan guna menentukan penanganan terbaik bagi bayi tersebut.
Beberapa alternatif yang tengah dipertimbangkan antara lain penempatan sementara di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) maupun melalui pola pengasuhan oleh orang tua asuh. Namun, keputusan tersebut baru akan diambil setelah kondisi bayi dipastikan benar-benar sehat.
“Saat ini fokus utama adalah memastikan bayi sehat terlebih dahulu. Untuk langkah berikutnya akan kami koordinasikan bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD KH Ahmad Hanafiah, Eva Susanti, menjelaskan bahwa saat pertama kali dibawa ke rumah sakit, bayi berada dalam kondisi sehat dan menangis kuat. Meski demikian, tim medis tetap melakukan penanganan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Ketika ditemukan, bayi dalam kondisi sehat dan menangis kuat. Namun masih terdapat lendir di jalan napas sehingga perlu dilakukan observasi lebih lanjut,” jelas Eva.
Selain itu, tim medis juga telah memberikan suntikan vitamin K setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sebagai bagian dari penanganan awal bayi baru lahir.
Berdasarkan hasil pengamatan medis, diduga proses persalinan tidak dilakukan dengan bantuan tenaga kesehatan. Dugaan tersebut muncul karena saat ditemukan, tali pusar dan plasenta bayi masih dalam kondisi utuh.
“Dari kondisi yang kami lihat, kemungkinan bayi lahir tanpa bantuan tenaga medis karena saat ditemukan tali pusar dan plasentanya masih utuh,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati menegaskan pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut.
“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan agar identitas orang tua ditemukan,” tegas Heti.
Sebelumnya, warga Dusun III, Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan pada sekitar pukul 09.15 WIB.
Bayi dengan berat badan 3,4 kilogram dan panjang 47 sentimeter itu ditemukan di belakang rumah milik Eni, yang akrab disapa Wulan. Saat ditemukan, bayi diduga baru saja dilahirkan dan berada di dalam plastik berwarna merah.
Wulan mengaku mengetahui keberadaan bayi tersebut setelah anaknya mendengar suara tangisan dari belakang rumah.
“Saya langsung berlari ke lokasi karena penasaran dan ingin memastikan. Setelah dilihat ternyata benar ada bayi di dalam plastik merah,” ujarnya. (*)
Editor: Furkon Ari
















