Meski Ada Pemotongan Anggaran, Kualitas Makanan Program MBG di Lampura Dijamin Tetap Terjaga

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator BGN Lampura, Anggi Prasetyo.

Koordinator BGN Lampura, Anggi Prasetyo.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kebijakan efisiensi anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan berdampak terhadap kualitas makanan maupun jumlah penerima manfaat di Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Hal itu disampaikan Koordinator BGN Lampura, Anggi Prasetyo. Ia menegaskan bahwa pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat hanya menyasar besaran honor petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara pelayanan kepada masyarakat, termasuk kualitas makanan dan cakupan penerima manfaat, tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Yang dipangkas hanya honor SPPG. Untuk kualitas makanan dan jumlah penerima manfaat tetap sesuai ketentuan, tidak ada pengurangan,” ujar Anggi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal

Anggi menjelaskan, saat ini Kabupaten Lampura memiliki 135 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Namun, tidak seluruhnya bertugas di daerah asal karena sebagian ditempatkan di berbagai wilayah di luar Provinsi Lampung sesuai kebutuhan program.

Di sisi lain, pelaksanaan Program MBG terus berjalan melalui 83 dapur SPPG yang tersebar di 23 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 dapur telah beroperasi, sedangkan delapan dapur lainnya masih dalam tahap persiapan sebelum mulai melayani masyarakat.

Meski demikian, seluruh dapur SPPG saat ini sedang menjalani proses moratorium yang diberlakukan oleh BGN Pusat. Anggi menegaskan, kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, sementara BGN di daerah bertugas melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program.

Baca Juga :  Sukses Jadi Tuan Rumah, Abung Selatan Puncaki MTQ ke-45 Lampura

“Saat ini seluruh dapur SPPG masuk proses moratorium dari BGN Pusat. Tindak lanjutnya menjadi kewenangan pusat, sedangkan kami di daerah hanya melakukan monitoring,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu keberlangsungan program MBG di Lampura.

Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik itu dipastikan tetap berjalan dengan kualitas layanan dan jumlah penerima manfaat yang tidak berubah. (*)

Berita Terkait

Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal
Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal
Ratusan Pelajar Adu Disiplin dan Kekompakan di Lomba PBB HUT RI ke-81 Lampura
Patok Tapal Batas Dipasang, Polemik Wilayah Dua Desa di Lampura Diharapkan Tuntas
Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIB

HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:54 WIB

FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal

Berita Terbaru