BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung mencatat tren kebakaran masih didominasi faktor kelistrikan dalam dua tahun terakhir.
Sepanjang 1 Januari hingga 26 Juli 2026, Damkar mencatat 149 kejadian kebakaran.
Angka ini merupakan data sementara tahun berjalan. Sementara itu, sepanjang 2025 tercatat total 198 kejadian kebakaran.
Meski demikian, kedua data tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai total tahunan, mengingat data 2026 belum mencakup satu tahun penuh.
Berdasarkan rekapitulasi Damkar, faktor listrik menjadi penyebab paling dominan pada 2026 dengan 96 kejadian.
Disusul faktor lain sebanyak 22 kejadian, kebakaran akibat sampah 20 kejadian, kompor 9 kejadian, serta rokok 3 kejadian.
Tren serupa juga terjadi pada 2025. Faktor listrik menjadi pemicu utama dengan 113 kejadian. Kemudian diikuti sampah 39 kejadian, faktor lain 23 kejadian, kompor 16 kejadian, dan rokok 7 kejadian.
Dari sisi objek yang terbakar, bangunan milik warga masih menjadi yang paling banyak terdampak pada 2026, yakni 29 kejadian.
Sementara kategori lain-lain mencapai 92 kejadian, lahan 14 kejadian, bangunan umum 7 kejadian, kendaraan 4 kejadian, dan bangunan industri 3 kejadian.
Adapun pada 2025, kebakaran bangunan penduduk tercatat sebanyak 60 kejadian.
Disusul kategori lain-lain 83 kejadian, lahan 23 kejadian, bangunan industri 11 kejadian, kendaraan 11 kejadian, serta bangunan umum 10 kejadian.
Jika dilihat berdasarkan periode bulanan, April 2026 menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi, yakni 44 kejadian. Angka tersebut melampaui seluruh catatan bulanan sepanjang 2025.
Pada 2025, jumlah kejadian tertinggi terjadi pada November dengan 22 kejadian, disusul Juni 21 kejadian dan September 20 kejadian.
Sementara pada 2026, setelah April, lonjakan kebakaran terjadi pada Juni dengan 28 kejadian dan Juli sebanyak 27 kejadian hingga 26 Juli.
Secara keseluruhan, data Damkar menunjukkan bahwa faktor kelistrikan masih menjadi penyebab utama kebakaran, baik pada 2025 maupun periode Januari hingga Juli 2026.
Selain itu, bangunan penduduk tetap menjadi objek yang paling rentan terdampak kebakaran dibandingkan kategori lainnya. (*)
















