LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus mendorong masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal. Salah satunya melalui sosialisasi pemanfaatan tepung Modified Cassava Flour (Mocaf) kepada masyarakat Desa Kalibening Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut berlangsung di Balai Desa Kalibening Raya dan diikuti puluhan masyarakat yang didominasi kalangan ibu rumah tangga.
Ketua Tim PKM FPP Umko, Sri Puji Lestari, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong yang dapat menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Menurutnya, Mocaf juga memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti brownies, cookies, dan aneka produk olahan lainnya.
“Mocaf merupakan salah satu jenis tepung yang terbuat dari singkong yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Dari Mocaf bisa diolah menjadi berbagai bentuk makanan seperti brownies, cookies dan lain sebagainya,” ujar Puji di hadapan para peserta.
Ia mengakui, tepung Mocaf masih belum terlalu familier di tengah masyarakat. Karena itu, melalui kegiatan PKM tersebut, FPP Umko memberikan pemahaman mengenai apa itu Mocaf, cara membuatnya, hingga bagaimana mengolahnya menjadi produk makanan yang sehat dan layak dikonsumsi.
Puji juga menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya dapat membuat tepung Mocaf secara mandiri. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya turut menyediakan video tutorial yang dapat digunakan masyarakat sebagai panduan.
“Sebenarnya Mocaf bisa kita buat sendiri. Caranya nanti ada dalam video yang bisa dilihat,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini tepung Mocaf juga telah banyak diproduksi oleh kelompok wanita tani di Desa Wonomerto, Kecamatan Kotabumi Utara.
Tak hanya memberikan penjelasan secara teori, tim FPP Umko juga mengajak masyarakat untuk melihat langsung perbedaan penggunaan tepung Mocaf dan tepung terigu dalam pembuatan kue.
Para peserta diberikan sampel bahan kue yang menggunakan tepung Mocaf dan tepung terigu biasa untuk kemudian dicoba dan dibandingkan hasilnya.
“Saya minta ibu-ibu mencoba membuat kue brownies, satu menggunakan Mocaf dan satu menggunakan tepung terigu biasa,” kata Sri Puji Lestari.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kalibening Raya, Untung Efendi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM FPP Umko di wilayahnya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, khususnya dalam menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga.
“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama kaum ibu-ibu. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Semoga ke depan akan ada lagi kunjungan serupa dengan tema berbeda yang akan menambah ilmu dan pengetahuan kami,” ujar Untung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah dosen FPP Umko, di antaranya Ungki Prabowo Putra, S.P., M.Sc., Aji Setya Bakti, S.T.R.P., M.P., Zaikiatun Nufus, S.E., M.E., Yansen Atik, S.E., M.Si., Negrita Rizki Anggraini, S.P., M.P., Citra Nurma Yunita, S.Pt., M.Pt., Sari Dewi, S.Pt., M.Pt., dan Devi Kusuma Pradana, S.Pt., M.Pt., serta sejumlah mahasiswa FPP Umko.
Melalui kegiatan tersebut, FPP Umko berharap masyarakat semakin mengenal potensi singkong sebagai bahan baku Mocaf sekaligus mampu memanfaatkannya menjadi produk pangan lokal yang bernilai guna dan memiliki peluang untuk dikembangkan. (*)














