LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Permintaan masker di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengalami peningkatan sejak Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi setelah wilayah setempat terdampak hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pantauan hingga Senin (7/9/2026) pagi, harga masker di pasaran mulai naik. Sejumlah pedagang memperkirakan harga akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan jika tingginya permintaan terus berlangsung.
Masker jenis duckbill menjadi salah satu yang paling banyak dicari warga, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Masker tersebut umumnya dijual dalam kemasan isi 50 pcs per kotak dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp125.000, tergantung merek dan kondisi pasar.
Sementara itu, masker bedah isi 50 pcs per kotak dibanderol sekitar Rp25.000 hingga Rp55.000.
Meningkatnya permintaan juga mulai memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan stok. Warga menduga masker berpotensi mengalami kekosongan apabila pembelian terus meningkat.
“Kekosongan stok masker ini bisa saja terjadi, karena banyaknya permintaan dari pembeli,” ujar Mirwan, warga Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan.
Hal senada disampaikan Zahra. Ia mengaku membutuhkan masker untuk menunjang aktivitas sekolah, meskipun dalam beberapa hari kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring.
Menurutnya, sejumlah apotek mulai kehabisan stok masker. Kondisi itu membuatnya memilih membeli secara online karena harga yang ditawarkan masih relatif normal.
“Di apotek sudah banyak kosong, harga juga mahal. Jadi pesan online, harga masih normal sekitar Rp20 ribuan satu box masker jenis duckbill,” jelas Zahra. (*)
Editor: Furkon Ari
















