LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur (Lamtim), Minggu (23/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus mencegah kobaran api meluas dan merambat masuk ke kawasan konservasi TNWK.
Mirza mengatakan, kebakaran yang sebelumnya melanda area rawa gambut seluas 673,4 hektare telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) malam. Namun, pada Minggu kembali terpantau titik api baru di wilayah Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.
“Hari ini saya turun langsung ke Desa Braja Harjosari, Lamtim, memastikan penanganan kebakaran berjalan dan api tidak meluas ke kawasan Way Kambas,” kata Mirza saat meninjau lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Mirza didampingi Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah, serta sejumlah pejabat terkait.
Menurutnya, titik api terbaru berada di area ladang alang-alang. Seluruh unsur terkait langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan api terbawa angin menuju kawasan hutan.
“Alhamdulillah, satu titik api yang sebelumnya muncul sudah berhasil dipadamkan. Hari ini kembali terpantau titik api di area ladang alang-alang, dan seluruh unsur langsung bergerak melakukan pemadaman sekaligus mitigasi agar api tidak terbawa angin menuju kawasan hutan,” jelasnya.
Mirza menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama TNI-Polri, BPBD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamtim, pengelola TNWK, dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam mengendalikan karhutla.
Penanganan, kata dia, tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas ke kawasan konservasi.
Selain memastikan api terkendali, keselamatan satwa di kawasan TNWK juga menjadi perhatian. Mirza menyebut kelompok gajah liar terdekat berada sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak.
“Terima kasih atas kerja cepat dan kolaborasi di lapangan. Yang juga penting, kondisi satwa di TN Way Kambas terus dipantau. Kelompok gajah liar terdekat berada sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran, sementara gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah dalam kondisi aman dan tidak terdampak,” ujarnya.
Mirza menambahkan, pemerintah pusat dalam beberapa bulan ke depan akan meningkatkan pemantauan, perlindungan, dan penataan kawasan secara masif sebagai langkah menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Kita tidak boleh lengah. Penanganan harus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman, sekaligus memperkuat mitigasi dan perlindungan kawasan agar risiko kebakaran dapat kita tekan. Kita berdoa dan bekerja bersama agar api segera terkendali dan tidak meluas,” pungkasnya. (*)
Editor: Furkon Ari
















