LampungCorner.com, TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan daerah. Kali ini, peran majelis taklim dan penyuluh agama didorong lebih jauh, bukan hanya sebagai pembina umat, tetapi juga sebagai pionir dan agen perubahan dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, saat bersilaturahmi bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) se-Kabupaten Tubaba di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tubaba, Rabu (16/9/2026).
Bupati hadir didampingi Ketua TP PKK Tubaba Ny. Novianti Novriwan dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tubaba, Untung Budiono.
Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Tubaba H. Yulizar Andri, jajaran pejabat struktural Kemenag Tubaba, serta para camat se-Tubaba.
Dalam sambutannya, Yulizar Andri mengungkapkan, saat ini terdapat 43 penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI se-Tubaba. Mereka terdiri dari 39 penyuluh agama Islam, dua penyuluh agama Hindu, satu penyuluh agama Kristen, dan satu penyuluh agama Buddha.
“Para penyuluh agama Islam ini tersebar di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan. Kami siap bersinergi dan mendukung penuh seluruh program pembangunan Pemkab Tubaba di bawah kepemimpinan Bapak Bupati,” ujar Yulizar.
Sementara itu, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Karena itu, menurutnya, majelis taklim dan penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola pikir dan perilaku hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Novriwan memaparkan lima program unggulan daerah yang menjadi fokus keberlanjutan pembangunan Tubaba.
Pertama, bidang kesehatan melalui Tubaba Q Sehat. Pemkab Tubaba terus menggalakkan pelayanan kesehatan gratis hingga tingkat desa/tiyuh. Program tersebut disebut telah meningkatkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Tubaba dari 70 tahun menjadi 75 tahun dalam kurun waktu satu tahun.
Capaian tersebut disebut sebagai lompatan paling signifikan di Provinsi Lampung. Ke depan, Pemkab Tubaba menargetkan angka harapan hidup masyarakat dapat mencapai 80 tahun.
Kedua, pendidikan berkarakter. Pemkab menerapkan lima pilar pendidikan berkarakter pada jenjang SD hingga SMP yang menitikberatkan pada kedisiplinan, etika, dan kebersihan sekolah sebelum kegiatan belajar dimulai.
Bupati menekankan bahwa sekolah tidak semata-mata menjadi tempat untuk mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi umat melalui Tubaba Q Berdaya. Program ini diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KUR super mikro hasil kerja sama dengan perbankan daerah, yakni BSI dan Bank Lampung.
Keempat, kepedulian terhadap lingkungan hidup. Bupati mengajak jemaah majelis taklim dan masyarakat untuk ikut menjalankan gerakan sedekah sampah dengan mengumpulkan sampah plastik dari rumah untuk disetorkan ke Bank Sampah desa.
Pengelolaan sampah tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga telah membantu pembiayaan ambulans desa, BPJS Kesehatan, hingga pembayaran PBB bagi warga tidak mampu.
Kelima, pembangunan infrastruktur yang terarah. Pemkab Tubaba berupaya mengoptimalkan usulan pembangunan jalan daerah melalui sinergi program Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan pemerintah pusat.
Novriwan berharap majelis taklim, seperti Majelis Taklim Al Firdaus dan berbagai majelis binaan agama lainnya, dapat menjadi embrio penggerak pembinaan umat sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.
Para penyuluh agama juga diimbau aktif memberikan edukasi kepada pengurus tempat ibadah mengenai tata kelola zakat maal serta optimalisasi kas masjid.
Menurutnya, pengelolaan potensi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat ibadah, khususnya warga yang membutuhkan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tubaba bersama Kemenag Tubaba untuk terus memperkuat kebersamaan dan sinergi lintas sektor.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Tubaba yang sehat, berpendidikan, mandiri secara ekonomi, sekaligus religius. (*)
















