BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan, operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi kondisi cuaca yang menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman kebakaran.
“Di hari Senin, insya Allah akan ada modifikasi cuaca yang sudah terjadwal atau dijadwalkan oleh BNPB kepada kami,” kata Jihan, seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, @jihanchalim.
Menurut Jihan, proses pemadaman karhutla di kawasan TNWK menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu yang paling menyulitkan adalah akses menuju titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Akibatnya, tim gabungan masih mengandalkan peralatan manual dan sederhana untuk memadamkan api. Kondisi tersebut diperberat oleh jarak sumber air yang cukup jauh, angin kencang, serta asap tebal yang menghambat proses pemadaman.
“Yang paling menjadi kendala adalah akses. Aksesnya jauh sekali untuk kendaraan-kendaraan dari teman-teman pemadam. Sampai hari ini melakukan pemadaman menggunakan alat-alat manual, alat-alat sederhana,” ujarnya.
Jihan menjelaskan, Pemprov Lampung sebelumnya telah berkoordinasi dengan BPBD Lampung Timur, tim TNWK, TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan dan mitigasi kebakaran.
Selain operasi modifikasi cuaca, BNPB juga direncanakan memberikan dukungan pemadaman melalui water bombing atau penyiraman air dari udara.
“Insya Allah besok pagi akan ada pemadaman menggunakan water bombing. Kita doakan semoga berjalan dengan lancar dan sesuai schedule,” kata Jihan.
Pemprov Lampung berharap berbagai upaya tersebut dapat menekan penyebaran titik api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.
Penanganan juga menjadi perhatian untuk melindungi satwa liar yang hidup di dalam kawasan TNWK, termasuk gajah dan badak, serta masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
“Kami mohon doanya supaya tidak meluas titik api, tidak meluas hotspot-nya dan juga tidak berdampak serius kepada hewan-hewan di sana, gajah, badak dan lain-lain, juga masyarakat tentunya,” ujar Jihan.
Pemprov Lampung berharap sinergi seluruh pihak dan dukungan BNPB dapat mempercepat penanganan karhutla, sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap ekosistem Taman Nasional Way Kambas. (*)














