PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) meraih penghargaan Adhi Praya 2026 atas komitmennya mengembangkan hilirisasi perkebunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan mengoptimalkan potensi perkebunan melalui pengembangan industri pengolahan dan produk turunan bernilai tambah.

Strategi tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, kemandirian energi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi.

Menteri Yandri Susanto menegaskan, pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, program pemerintah perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang mampu memperluas kesempatan kerja, menekan kemiskinan, dan mendorong pemerataan hasil pembangunan.

Dengan aset perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, PTPN I dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Aktivitas operasional perusahaan juga berpotensi membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di sekitar perkebunan.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis melalui hilirisasi yang terukur dan berkelanjutan.

“Hilirisasi bagi PTPN I bukan sekadar pengembangan bisnis baru, melainkan transformasi fundamental untuk menciptakan nilai tambah dari potensi perkebunan Indonesia. Kami ingin memastikan komoditas tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi yang memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Rivai.

Baca Juga :  PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Bidik Hilirisasi Jagung hingga Pala

PTPN I mengembangkan hilirisasi sejumlah komoditas strategis, mulai jagung, kelapa, karet, kopi, kakao, jambu mete, hingga pala. Pengembangan dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kebutuhan industri, kesiapan fasilitas pengolahan, dan peluang pasar.

Pada komoditas kelapa, misalnya, peluang pengembangan mencakup minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO), santan, air kelapa, hingga produk berbasis sabut. Sementara itu, jagung diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pemanfaatan di sektor energi.

Di sektor gula dan energi terbarukan, PTPN I memperkuat ekosistem industri melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan PT Energi Agro Nusantara (Enero). Salah satu peluang yang dikembangkan ialah pemanfaatan molase atau tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol.

Menurut Rivai, keberhasilan hilirisasi tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan kapasitas produksi. Keterhubungan antara kebun, industri pengolahan, dan pasar juga menjadi faktor penting untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka peluang usaha bagi petani, mitra lokal, dan masyarakat.

Baca Juga :  Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

“Pengembangan bisnis harus membangun ekosistem yang produktif dan inklusif. Dengan melibatkan petani, mitra usaha, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar, hilirisasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas manfaat ekonomi,” kata Rivai.

Perkuat Tata Kelola dan Teknologi

Untuk memastikan program hilirisasi berjalan efektif, PTPN I memperkuat koordinasi lintas fungsi, pengendalian risiko, disiplin investasi, serta sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Setiap proyek diarahkan memiliki tahapan pelaksanaan, target waktu, penanggung jawab, dan mekanisme evaluasi yang terukur. Langkah tersebut ditujukan agar pengembangan bisnis berjalan lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perusahaan juga mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pemanfaatan teknologi modern, termasuk drone dan sistem satelit, untuk memantau kondisi tanaman dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perkebunan.

“Transformasi harus diwujudkan melalui langkah nyata, target yang jelas, dan akuntabilitas yang kuat. Kami ingin memastikan setiap pengembangan bisnis memberikan hasil yang terukur, memperkuat daya saing perusahaan, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional,” tegas Rivai.

Melalui hilirisasi yang terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah, PTPN I berupaya memperkuat bisnis perkebunan sekaligus mendukung ketahanan pangan, kemandirian energi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah
PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor
Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis
PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WIB

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:13 WIB

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Lamtim Genjot Aktivasi IKD, Bansos Harus Tepat Sasaran

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:54 WIB