Atasi Stunting Melalui DASHAT, Ini Targetnya!

- Jurnalis

Kamis, 14 Desember 2023 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Lampung Utara – Jumlah angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi, maka perlu dilakukan penanganan yang baik melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Dalduk KB Kabupaten Lampung Utara Drs. Muzarin Daud, Kamis (14/12/2023).

Muzarin menjelaskan, DASHAT dibuat sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu.

”Caranya adalah melalui pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi mitra lainnya,” ujar Muzarin.

Muzarin memaparkan, pihak-pihak yang ada dalam program DASHAT yaitu masyarakat yang terdiri dari keluarga berisiko stunting, masyarakat penerima, dan pelaksana DASHAT.

Kemudian dunia usaha dan pendukung DASHAT, mulai dari donatur serta edukator usaha dan gizi.

Selanjutnya, pendamping pendidikan lewat Tri Darma Perguruan Tinggi, sebuah program inovasi kemahasiswaan untuk mendukung penurunan stunting.

Baca Juga :  Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Kader penggerak dan motivator di tingkat RT/RW/Desa (PKK, PPKBD/Sub, TPK dan kader lainnya). Serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas sebagai pembina, pendamping, penyuluh, serta regulator pelaksanaan DASHAT di antaranya Dinas Kesehatan dan BKKBN.

Siapa saja sih yang menjadi target DASHAT? Mereka adalah kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Keluarga Beresiko Stunting). Bagaimana pelaksanaan DASHAT?

1. Dengan memanfaatkan bahan sisa produksi namun layak olah dari produsen pasangan seperti petani, peternak unggas, peternak ikan, dan retail.

2. Memasak dan mengemas makanan siap saji dan bergizi untuk sasaran risiko stunting.

3. Menjual makanan siap saji dan terukur gizi pada masyarakat umum disertai dengan konsultasi gizi.

Karena menggunakan pangan lokal yang diproduksi di wilayah Indonesia dan tersedia dekat dengan masyarakat, DASHAT kian memberi manfaat seperti:

1. Mendapatkan pangan yang segar atau baru

Baca Juga :  Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

2. Mengurangi terjadinya kehilangan gizi, terutama vitamin

3. Lebih terjangkau oleh masyarakat bila diproduksi dalam jumlah banyak dan dikonsumsi oleh banyak orang

4. Meningkatkan peluang kerja dan peluang usaha

5. Menggerakkan ekonomi rakyat terutama penduduk pedesaan

6. Meningkatkan kedaulatan dan ketahanan pangan

 

Muzarin menjelaskan, jangka panjang dan tujuan DASHAT diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu juga dengan adanya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan, mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal. ”DASHAT bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan. Penyebab masalah stunting adalah kondisi kesehatan dan asupan nutrisi yang tidak optimal. Harapannya, dengan adanya DASHAT tiap ibu hamil, ibu yang hendak hamil dan ibu menyusui lebih diperhatikan asupan nutrisinya,” jelasnya. (Furkon Ari)

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi hasil AI.

LAMPUNG UTARA

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB