Lampungcorner.com, Lampung Utara – Jumlah angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi, maka perlu dilakukan penanganan yang baik melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Dalduk KB Kabupaten Lampung Utara Drs. Muzarin Daud, Kamis (14/12/2023).
Muzarin menjelaskan, DASHAT dibuat sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu.
”Caranya adalah melalui pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi mitra lainnya,” ujar Muzarin.
Muzarin memaparkan, pihak-pihak yang ada dalam program DASHAT yaitu masyarakat yang terdiri dari keluarga berisiko stunting, masyarakat penerima, dan pelaksana DASHAT.
Kemudian dunia usaha dan pendukung DASHAT, mulai dari donatur serta edukator usaha dan gizi.
Selanjutnya, pendamping pendidikan lewat Tri Darma Perguruan Tinggi, sebuah program inovasi kemahasiswaan untuk mendukung penurunan stunting.
Kader penggerak dan motivator di tingkat RT/RW/Desa (PKK, PPKBD/Sub, TPK dan kader lainnya). Serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas sebagai pembina, pendamping, penyuluh, serta regulator pelaksanaan DASHAT di antaranya Dinas Kesehatan dan BKKBN.
Siapa saja sih yang menjadi target DASHAT? Mereka adalah kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Keluarga Beresiko Stunting). Bagaimana pelaksanaan DASHAT?
1. Dengan memanfaatkan bahan sisa produksi namun layak olah dari produsen pasangan seperti petani, peternak unggas, peternak ikan, dan retail.
2. Memasak dan mengemas makanan siap saji dan bergizi untuk sasaran risiko stunting.
3. Menjual makanan siap saji dan terukur gizi pada masyarakat umum disertai dengan konsultasi gizi.
Karena menggunakan pangan lokal yang diproduksi di wilayah Indonesia dan tersedia dekat dengan masyarakat, DASHAT kian memberi manfaat seperti:
1. Mendapatkan pangan yang segar atau baru
2. Mengurangi terjadinya kehilangan gizi, terutama vitamin
3. Lebih terjangkau oleh masyarakat bila diproduksi dalam jumlah banyak dan dikonsumsi oleh banyak orang
4. Meningkatkan peluang kerja dan peluang usaha
5. Menggerakkan ekonomi rakyat terutama penduduk pedesaan
6. Meningkatkan kedaulatan dan ketahanan pangan
Muzarin menjelaskan, jangka panjang dan tujuan DASHAT diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu juga dengan adanya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan, mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal. ”DASHAT bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan. Penyebab masalah stunting adalah kondisi kesehatan dan asupan nutrisi yang tidak optimal. Harapannya, dengan adanya DASHAT tiap ibu hamil, ibu yang hendak hamil dan ibu menyusui lebih diperhatikan asupan nutrisinya,” jelasnya. (Furkon Ari)















