LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Sejak selesai diperbaiki, kondisi Pasar Smep hingga saat ini masih sepi pedagang dan pembeli.
Pantauan Rilis.id Lampung (Group lampungcornr.com) pada Jumat (11/2/2022), lantai dua dan tiga Pasar Smep terlihat lengang. Hanya ada beberapa pedagang di lapak dan kios yang buka.
Padahal, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, telah memberikan kebijakan untuk menggratiskan penyewaan lapak dan kios selama tiga bulan Oktober 2021.
Bahkan Eva kembali memperpanjang sewa gratis untuk tiga bulan lagi.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandarlampung, Wilson Faisol, menerangkan pihaknya terus sosialisasi kepada pedagang.
Namun, karena ada beberapa faktor, banyak pedagang yang tidak mau menempati pasar Smep.
Di antaranya, sepi pembeli lantaran lokasi berdekatan dengan Pasar Pasir Gintung, yang berada tepat di bawah Pasar Smep dan di pinggir jalan.
“Ada juga pedagang Pasar Smep yang memiliki kios juga mempunyai lapak di Pasar Pasir Gintung,” ujarnya.
Menurut Wilson, kios dan lapak, baik di Pasar Smep atau di lantai tiga Pasar Bambu Kuning sudah ada pemiliknya.
Tetapi pedagang masih khawatir apabila berjualan di dalam gedung akan sepi pembeli.
“Kondisi pandemi juga. Kalau sudah ramai, saya yakin pedagang tidak akan meninggalkan kios tersebut,” kata dia.
Total pedagang di Pasar Bambu Kuning menempati 400 kios. Tetapi di lantai tiga hanya terisi setengah.
Kemudian, untuk Pasar Smep ada 600 kios. Dari jumlah itu, 450 kios sudah ada pemilik.
“Untuk Pasar Smep ini belum terikat karena ada tambahan waktu dari Ibu Wali Kota perihal digratiskan penyewaannya selama tiga bulan,” pungkasnya. (*)
Red















