Bocoran dari Denny Indrayana: KPK Segera Tersangkakan Anies Terkait Kasus Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 21 Juni 2023 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar Twitter Denny Indrayana.

Foto: Tangkapan layar Twitter Denny Indrayana.

LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta — Mantan Wamenkumham Denny Indrayana kembali memberikan bocoran informasi di media sosialnya, Rabu (21/6/2023). Kali ini bocorannya tentang status Anies Baswedan.

Dalam kicauannya, Denny menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan Anies sebagai tersangka kasus korupsi.

Menurut dia, penetapan Anies menjadi tersangka merupakan cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjegal pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Kabar itu sudah menjadi informasi yang beredar di banyak kesempatan. Bukan hanya saya, banyak yang sudah menyatakannya. Feri Amsari, Zainal Arifin Mochtar, misalnya, dalam beberapa podcast sudah menyatakan, pentersangkaan adalah salah satu skenario pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024,” tulis Denny di Twitternya, Rabu (21/6/2023).

Politikus Demokrat itu juga membeberkan bahwa KPK sudah 19 kali melakukan gelar perkara. Bahkan menurutnya, seorang anggota DPR telah menyampaikan bahwa Anies segera berstatus tersangka.

“Semua komisioner sudah sepakat. Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa ,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo Akan Kumpulkan Kepala Daerah untuk Launching Gerakan Indonesia Asri

“Sebenarnya, saya tidak terkejut. Dalam tulisan, “Bagaimana Jokowi Mendukung Ganjar, Mencadangkan Prabowo, dan Menolak Anies, sudah saya sampaikan, Jokowi menggunakan 9 strategi 10 sempurna,” sambung Denny.

Dia pun merinci sepuluh strategi Jokowi. ; di tahap awal, Presiden Jokowi dan lingkaran dalamnya mempertimbangkan opsi untuk menunda pemilu, sekaligus memperpanjang masa jabatan Presiden.

; masih di tahap awal, segaris dengan strategi penundaan pemilu, sempat muncul ide untuk mengubah konstitusi guna memungkinkan Presiden Jokowi menjabat lebih dari dua periode.

; menguasai dan menggunakan KPK untuk merangkul kawan dan memukul lawan politik. ; menggunakan dan memanfaatkan kasus hukum sebagai yang memaksa arah parpol dalam pembentukan koalisi pilpres.

; jika ada petinggi parpol yang keluar dari strategi pemenangan, maka dia beresiko dicopot dari posisinya.

; menyiapkan komposisi hakim Mahkamah Konstitusi untuk antisipasi dan memenangkan sengketa hasil Pilpres 2024.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun

; adalah tidak cukup hanya mendukung pencapresan Ganjar Pranowo, Jokowi juga memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

; Jokowi adalah membuka opsi mentersangkakan Anies Baswedan di KPK. Ini sudah menjadi rahasia umum, terkait dugaan korupsi Formula E.

; mengambil alih Partai Demokrat melalui langkah politik yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

; berbohong kepada publik. Presiden Jokowi berulang kali mengatakan urusan capres adalah kerja para ketum parpol, bukan urusan Presiden. Belakangan, Jokowi mengaku akan cawe-cawe dalam Pilpres 2024.

Denny mengungkapkan satu persatu tulisannya mulai terbukti. Ia karenanya berharap Jokowi menghentikan cawe-cawenya, termasuk mentersangkakan dan menjegal Anies.

“Kalau masih diterus-teruskan, menjadi pertanyaan apa maksud dan tujuannya? Salah satu hipotesis yang tidak terhindar terlintas di kepala saya adalah, Presiden Jokowi justru mengundang ketidakpastian dan kegaduhan, yang ujungnya menunda pemilu, dan memperpanjang masa jabatannya sendiri. Semoga hipotesis saya keliru,” pungkasnya. (*)

Artikel: Rilis.id

Berita Terkait

Dukungan Tembus 80,83 Persen, Berkas Pencalonan Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Diserahkan ke PWI Pusat
Presiden PKS: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
Perkuat Akar Rumput, PKS Bandar Lampung Lantik 630 Pengurus Ranting
PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi
Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama
Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern
Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:30 WIB

Dukungan Tembus 80,83 Persen, Berkas Pencalonan Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Diserahkan ke PWI Pusat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Presiden PKS: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Perkuat Akar Rumput, PKS Bandar Lampung Lantik 630 Pengurus Ranting

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama

Berita Terbaru

Kadisdikbud Provinsi Lampung Thomas Amrico saat diwawancarai di kantornya, Selasa (3/11/2026).

BREAKING NEWS

Unggah Dokumentasi TKA ke Medsos, 8 Sekolah di Lampung Kena Tegur

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:48 WIB