LampungCorner.com, LAMBAR – Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bincang Statistik Menuju Hasil Riset Terpercaya (BISTIK MENU HARI RAYA) tahun 2024 di aula Pakuwon Bappeda setempat, Kamis (12/12/2024).
Dalam laporannya, Kepala BRIDA Lambar Agustanto Basmar mengatakan, tujuan FGD ini adalah untuk melakukan koordinasi penyelenggaraan kegiatan statistik berupa rekomendasi kegiatan statistik (Romantik) antara Pemkab Lambar dan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk menguatkan peran data statistik dalam perencanaan pembangunan.
“Melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat terlaksananya koordinasi penyelenggaran kegiatan statistik antara Pemkab Lambar dan BPS Lambar agar terwujudnya data statistik yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Agustanto Basmar.
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 50 orang yang terdiri dari Tenaga Ahli Kelitbangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
Lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan dan Bagian Perekonomian.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangungan Wasisno Sembiring mewakili Pj Bupati Lambar Nukman, mengatakan statistik merupakan sebuah data berupa angka-angka yang dikumpulkan, dikelompokkan serta ditabulasi sehingga menunjukkan informasi atau kesimpulan terkait suatu persoalan.
Statistik, lanjut Wasisno Sembiring, telah menjadi bagian dari seluruh siklus pembuatan kebijakan oleh pemerintah dalam menentukan tindakan dan langkah ke depan, sejak dari perencanaan hingga evaluasi kebijakan pembangunan.
“Oleh karena itu, pemerintah sebagai pembuat kebijakan perlu hasil statistik yang akurat sehingga dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Menurut Wasisno Sembiring, BPS adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pencatatan, pengolahan dan pemasaran data statistik Nasional.
BPS dan instansi pemerintah melakukan koordinasi dalam penyelenggaraan statistik yang dikenal dengan istilah Romantik atau Rekomendasi Kegiatan Statistik sebagaimana sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.
“Romantik adalah saran dan masukan yang diberikan oleh BPS terhadap rancangan kegiatan statistik yang disampaikan oleh kementerian atau lembaga atau organisasi perangkat daerah ke BPS,” paparnya.
Pemkab Lambar telah banyak menyelenggarakan kegiatan statistik meliputi penelitian dan survei baik dilaksanakan sendiri oleh perangkat daerah maupun melalui kerjasama dengan pihak ketiga.
Namun kegiatan tersebut belum melalui koordinasi dengan BPS Lambar, sehingga tidak adanya rekomendasi kegiatan statistik yang dikeluarkan oleh BPS Lambar.
“Mudah-mudahan, melalui FGD ini dapat terlaksananya koordinasi penyelenggaraan kegiatan statistik yang baik. Sehingga pemkab Lambar memiliki data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya. (*)
Laporan: Ari
Editor: Furkon Ari
















