Dampak Covid-19, PTPN VII Beri Kredit Lunak untuk UMKM

- Jurnalis

Rabu, 14 Juli 2021 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas PTPN VII

Foto: Humas PTPN VII

LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran — Usaha wall paper Rasminto hampir tutup ketika pandemi virus corona-19 melanda. Namun, dana pinjaman lunak dari PTPN VII mampu menggerakkannya lagi dengan diversifikasi usaha.

Uang sebesar Rp20 juta berbentuk cek giro dalam amplop putih itu berada di genggaman Rasminto. Wajah lelaki yang memulai usaha kertas pelapis dinding itu terlihat lebih cerah dari biasanya.sebab Pemilik Toko Mahkota Project di Gedong tataan ini baru saja menerima dana pinjaman lunak dari PTPN VII yang dia usulkan melalui proposal ringkas beberapa waktu lalu.

Keceriaan wajahnya pun sangat terlihat . Memasuki masa Covid-19, jualannya yang merupakan barang kebutuhan skunder bahkan tertier itu kurang dilirik pembeli. Orang-orang lebih mementingkan kebutuhan primer semisal makan, minum, dan sekelasnya dibanding mempercantik rumah.

“Usaha wall paper saya sebenarnya sudah hampir 10 tahun. Memang belum terlalu berkembang karena saya dagang di Tataan,  pasti beda dengan yang di kota besar seperti Bandarlampung. Pas mulai ada Covid, hampir nggak ada yang beli,” kata Rasminto  pria sederhana ini.

Dalam kondisi sulit, Rasminto sudah berupaya berkelit. Ia merasa, jualan kertas dinding untuk mempercantik rumah terlalu sempit pasarannya sehingga ingin menjajal dagangan lain yang sesuai kebisaannya. Namun, persoalan dana menjadi kendala.

“Saya kan punya keahlian lain selain wall paper. Saya bisa bikin furniture, plafon, kitchen set, dan taman. Nah, saya kembangkan bersama usaha wall paper. Waktu itu nggak ada uang untuk mulai melebarkan bidang lain. Tetapi untungnya ada pinjaman lunak dari PTPN VII,” ungkap nya.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Gerning, Bupati Nanda Serap Aspirasi dan Dorong Perbaikan Infrastruktur

Selain bantuan pinjaman, Rasminto memberi pujian kepada upaya PTPN VII untuk membantu pelaku usaha kecil, terutama di sekitar perusahaan. Satu nilai tambah yang dia peroleh, kata dia, yakni pelatihan dan pembimbingan usaha kepada penerima kredit.

Pria 33 tahun itu mengaku mendapat pelatihan tiga hari yang diberikan secara gratis bersama pelaku usaha lain di suatu tempat. Dari para pakar, mereka dibekali pengetahuan prinsip-prinsip usaha, dari teori sampai praktek pembukuan. Juga model-model usaha dan penanganannya.

“Nah, setelah dapat pinjaman dan mengikuti pelatihan, kami juga sering ditengok oleh petugas dari PTPN VII. Awalnya, memang saya merasa agak gimana, gitu. Seperti mau ditagih utang. Tetapi ternyata mereka bukan nagih, tetapi memotivasi kami dan memberi banyak masukan untuk memperbaiki produk maupun manajemen,” kata dia.

Kini, Rasminto sudah bergerak lebih luas dari sekadar dagang wall paper. Dari tahun ketahun usahanya mengalami peningkatan. Dari awalnya hanya menjual wallpaper kini menjual rangka baja ringan dan pemasangan plafon. Bahkan saat ini, toko yang diberi merek  Mahkota Project ini juga menawarkan barang barang funiture.

Funiture yang dijual pun sesuai pesanan pelanggan. Sehingga tidak ada persamaan dengan barang barang yang dijual dipasaran. Pria kelahairan 12 Maret 1988, selain menjual produknya ia juga memberikan pengetahuan ringkas soal produk yang dijual kepada para pembelinya, terutama produk wallpaper.

Bagaimana cara memasang wall paper yang baik, penggunaan dan takaran lem, serta hal teknis lainnya. Sehingga pelanggan bisa mencoba untuk memasang sendiri kertas pelapis dinding di rumah mereka masing-masing.

Baca Juga :  Viral! Video Kepsek SDN 03 Sindang Sari Ungkap Menu MBG Busuk, Diduga Sebabkan 11 Siswa Keracunan

“Pelayanan tutorial inilah menjadi salah satu komitmen Rasminto memberikan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman dan akan belanja kembali ke toko kami,” katanya.

Untuk bahan baku, tambah Rasminto, didatangkan langsung dari Jakarta. Sehingga tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kita siapkan katalog dengan berbagai macam motif, agar pelanggan dapat memilih sesuai kesukaannya.

Soal harga, kata Rasminto, ditokonya menjual walpaper mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp500 ribu per gulung. Ukuran satu gulung atau rol wallpaper beragam. Ada yang berukuran 0,5 m x 10 m, ada juga berukuran 1 m x 17,5 m. Produk yang dia jual antara lain produk dalam negeri, Cina, Korea, dan Jerman.

“Kalau kami yang pasang, ongkosnya Rp50 ribu per roll,”

Selain walpaper, Rasminto juga melayani jasa interior pemasangan plafon. Untuk jenis ini diberikan harga Rp 120 ribu untuk permeternya untuk motif biasa seperti gypsum.

Tidak itu saja, Mahkota Project juga menjual berbagai kebutuhan furniture. Mulai dari kitchenset, lemari, meja kantor dan lain lain. Khusus lemari dan lainnya diberi harga Rp1,7 per meter.

Saat ini, penjualan pun sudah dilakukan dengan cara online. Sehingga pejualan sekarang sudah ke luar kabupaten seperti Tulangbawang, Mesuji, dan Waykanan. (*)

Red

Berita Terkait

Siap Amankan Mudik Lebaran 2026, Bupati Nanda Hadiri Rakor Lintas Sektoral di Polda Lampung
Safari Ramadan di Gerning, Bupati Nanda Serap Aspirasi dan Dorong Perbaikan Infrastruktur
Safari Ramadan, Bupati Nanda Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Kaum Duafa
Pengajian Akbar Al-Hidayah, Bupati Nanda Ajak Tebar Kebaikan di Bulan Penuh Rahmat
Jalan Penghubung Tiga Kabupaten di Pesawaran Segera Diperbaiki
90 Lansia di Trimulyo Terima Bantuan ATENSI
Pesawaran Raih Penghargaan UKPBJ Proaktif Level 3 dari LKPP
Pemkab Pesawaran Gerak Cepat Perbaiki Jalan Rusak, Akses Warga Kembali Lancar
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 21:23 WIB

Siap Amankan Mudik Lebaran 2026, Bupati Nanda Hadiri Rakor Lintas Sektoral di Polda Lampung

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:37 WIB

Safari Ramadan di Gerning, Bupati Nanda Serap Aspirasi dan Dorong Perbaikan Infrastruktur

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:54 WIB

Safari Ramadan, Bupati Nanda Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Kaum Duafa

Senin, 2 Maret 2026 - 20:44 WIB

Pengajian Akbar Al-Hidayah, Bupati Nanda Ajak Tebar Kebaikan di Bulan Penuh Rahmat

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:59 WIB

Jalan Penghubung Tiga Kabupaten di Pesawaran Segera Diperbaiki

Berita Terbaru

Pengambilan sumpah jabatan Kapolsek Panjang, Rabu (11/3/2026). Foto Humas Polda Lampung

HUKUM

AKP Ipran Resmi Jabat Kapolsek Panjang

Rabu, 11 Mar 2026 - 19:16 WIB