LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada sumber energi fosil seperti minyak, batu bara, dan gas.
Meski mudah digunakan dan relatif murah, energi fosil meninggalkan jejak lingkungan yang berat mulai dari polusi udara hingga percepatan perubahan iklim.
Karena itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi kunci dalam mendorong perubahan besar untuk masa depan.
Penggunaan energi fosil bukanlah proses sederhana. Dari tahap eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, hingga pendistribusian, seluruh rangkaian itu membutuhkan teknologi tinggi dan menghasilkan limbah serta emisi berbahaya.
Kondisi ini semakin menegaskan urgensi beralih ke energi bersih yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Namun, keberhasilan transisi energi tidak dapat diserahkan hanya kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penentu.
Dengan pemahaman yang cukup, masyarakat bukan lagi sekadar penerima kebijakan, tetapi berubah menjadi penggerak yang mampu mempercepat transformasi energi di tingkat lokal maupun nasional.
Generasi muda memiliki posisi strategis dalam proses ini. Melalui gaya hidup yang lebih hemat energi, penggunaan transportasi ramah lingkungan, hingga keberanian mengadopsi teknologi seperti panel surya, mereka dapat memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan penggunaan energi bersih.
Jika masyarakat dan pemerintah bergerak sejalan, transisi menuju energi bersih bukan lagi angan-angan. Setiap langkah kecil mulai dari edukasi hingga aksi nyata di lingkungan sekitar akan membawa Indonesia semakin dekat pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









