Gubernur Ajak Perbankan Dukung Hilirisasi Jagung dan Padi di Lampung

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Diskominfo Provinsi Lampung

Foto Diskominfo Provinsi Lampung

Lampungcorner.com – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Sektor Pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (2/10/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri jajaran perbankan, pelaku usaha, serta instansi terkait. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antar stakeholder dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pertanian serta meningkatkan nilai tambah sektor tersebut sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya penyatuan visi dan langkah antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

“Lampung tumbuh dengan pertaniannya, sehingga harga komoditas benar-benar menentukan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai eksekutor, dan perbankan sebagai pendukung harus searah dan saling memahami arah pembangunan Lampung ke depan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti tiga komoditas utama Lampung, yaitu ubi kayu, jagung, dan padi. Ia menegaskan perlunya peningkatan kapasitas pengeringan hasil panen, mengingat pada 2024 hanya 30 persen produksi jagung yang dapat dikeringkan di Lampung, sementara 70 persen sisanya terpaksa dijual keluar daerah dengan harga lebih rendah.

“Kalau padi dan jagung bisa kita keringkan di Lampung, pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Saya minta perbankan turut membantu melalui pembiayaan, agar desa dan UMKM dapat memperoleh mesin-mesin industri. Dalam dua tahun ke depan, kita akan alihfungsikan 100 ribu hektare lahan singkong menjadi jagung dan padi gogo. Hal ini tentu membutuhkan dukungan perbankan, khususnya melalui skema KUR,” jelas Gubernur.

Baca Juga :  Polda Lampung Periksa PTPN dan Sita Emas JSR, Terkait Kasus Tambang Ilegal Way Kanan

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan memaksimalkan peran Koperasi Merah Putih guna memberikan nilai tambah pada komoditas desa serta memperkuat kemandirian petani.

“Tanpa dunia usaha, Lampung tidak akan bisa maju. Dunia usaha harus tumbuh beriringan dengan masyarakat, sehingga ketika perusahaan besar berkembang, pendapatan masyarakat juga ikut meningkat,” tegasnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyatakan dukungan terhadap program Desaku Maju yang telah dirancang dengan ekosistem closed loop.

“Bagi perbankan, skema ini dapat menjadi mitigasi risiko yang baik. Karena itu, kami sangat mendukung penyaluran pembiayaan bagi sektor pertanian,” ucapnya.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, dalam paparannya menyampaikan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung pada 2024 tercatat sebesar 26,21 persen, menurun dari 29,73 persen pada 2020. Pertumbuhan sektor pertanian juga sempat berfluktuasi, dengan catatan positif di 2022, terkontraksi pada 2023 (-0,54 persen) dan 2024 (-2,09 persen), namun kembali tumbuh pada 2025 yakni 5,44 persen di Triwulan I dan 1,88 persen di Triwulan II.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada 2024 tercatat sebesar 128,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional 109,39 persen, menandakan daya beli petani relatif membaik. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pada Februari 2025, tercatat sebanyak 2,29 juta orang (46,96 persen) bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan peningkatan pekerja formal sebesar 1,9 persen poin menjadi 1,43 juta orang.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Bersama Ketua Umum BPP Akbar Buchari Meriahkan Half Marathon Hipmi Lampung 2026

Anang juga menegaskan peran penting perbankan dalam pengembangan pembiayaan pertanian, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian, kredit mikro, kredit berbunga rendah, hingga pembiayaan mekanisasi pertanian seperti dryer, RMU, dan SILO. Sementara itu, dunia usaha diharapkan aktif dalam kemitraan usaha tani melalui program CSR, contract farming, inti–plasma, investasi hilirisasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan teknologi modern seperti precision farming dan digitalisasi pertanian.

Pemprov Lampung sendiri terus mendorong program Desaku Maju yang berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, pemberdayaan usaha, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi desa melalui mekanisasi, hilirisasi, dan vokasi tematik. Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pertanian dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan pentingnya desain hilirisasi komoditas sesuai potensi daerah.

“Kami telah memetakan pohon hilirisasi komoditas. Tinggal bagaimana kita memilih yang sesuai untuk Lampung. Pertumbuhan di sektor pertanian tahun ini bahkan melebihi sektor lain, sehingga menjadi komitmen kami untuk mendukung program Gubernur,” jelasnya.(*)

Berita Terkait

Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa
Pemprov Lampung Dorong Perguruan Tinggi Swasta Jadi Motor Peningkatan Kualitas SDM Lampung
Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi, Terendah Nasional pada Mei 2026
Wagub Jihan Terima Kunjungan Kohati HMI Bandar Lampung, Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Muda
Gubernur Mirza Tandatangani Kesepakatan Studi Kelayakan Kawasan Industri Energi Katibung
Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:23 WIB

Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Dorong Perguruan Tinggi Swasta Jadi Motor Peningkatan Kualitas SDM Lampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi, Terendah Nasional pada Mei 2026

Berita Terbaru